2 Orang dari Swasta Dicekal KPK pada Penyidikan Kasus Dugaan Suap 'Ketok Palu' APBD Jambi 2018

Penyidikan kasus dugaan suap ketok palu APBD Jambi 2018 terus ‎berkembang. Penyidik KPK telah meminta Imigras

2 Orang dari Swasta Dicekal KPK pada Penyidikan Kasus Dugaan Suap 'Ketok Palu' APBD Jambi 2018
Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik Komisi Pemerantas Korupsi (KPK) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Untuk kepentingan penyidikan kasus dugaan suap ketok palu APBD Provinsi Jambi 2018 pihak KPK berkoordinasi dengan Imigrasi.

Penyidik KPK telah meminta Imigrasi untuk mencegah dua saksi swasta agar tidak ke luar negeri.

Dua saksi swasta yang dicegah yakni Joe Fandy Yoesman ‎ dan Ali Tonang.

Mereka dicegah ke luar negeri untuk tiga tersangka yang diduga pemberi.

Ketiga tersangka itu yakni Erwan Malik (EMW) Plt Sekjen Provinsi Jambi Arfan (ARN), Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi dan Saifudin (SAI) Asisten Daerah 3 Provinsi Jambi.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan pencegahan dilakukan selama enam bulan kedepan demi kepentingan penyidikan.

"Pencegahan berlaku selama 6 bulan kedepan, mulai 8 Desember 2017. Ini dilakukan agar saat pemeriksaan, mereka tidak sedang berada di luar negeri," tambah Febri.

Baca: Miris! Demi Foto Selfie Berbeda dari yang Lain, Mereka Kehilangan Nyawanya

Baca: Wang Yongning, Si Penantang Maut Ternyata Ingin Melamar Pacarnya, Namun Nasib Berkata Lain!

‎Di kasus ini, KPK telah menetapkan empat tersangka yakni Anggota Komisi I DPRD Jambi dari fraksi Partai Amanat Nasional Supriono yang ditetapkan sebagai tersangka penerima.

Halaman
12
Editor: suci
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved