Lahan Digusur Perusahaan, Anggota Dewan Aang Purnama Lapor ke Polda Jambi

Aang mengaku tanahnya seluas 4,33 hektare yang ditanami karet dan kayu alam rata dengan tanah digusur alat berat

Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Nani Rachmaini

Laporan wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Tak terima kebunnya digusur tanpa izin, Aang Purnama laporkan PT Sumatera Agro Mandiri (SAM) ke Polda Jambi.

Menurut anggota dewan Sarolangun ini, tindakannya itu dilakukan lantaran perusahaan yang beroperasi di Desa Mandiangin Tuo, tidak menggubris somasi yang dilayangkannya.

Aang mengaku tanahnya seluas 4,33 hektare yang ditanami karet dan kayu alam rata dengan tanah digusur alat berat milik PT SAM.

"Ini merupakan puncak kesabaran kami, sebab lahan milik keluarga saya digusur oleh pihak PT SAM, dan beberapa kali saya somasi tapi tidak diindahkan juga," jelas Aang waktu lalu.

Menurutnya, laporannya ke Polda Jambi bisa menjadi pelajaran untuk PT SAM, sebab warga pemilik lahan punya hak yang jelas.

"Saya kira perusahaan jangan mentang-mentang punya izin terus lahan warga dihajar juga, sebelum perusahaan ada lahan warga sudah ada dan digarap lebih dulu," katanya.

Aang juga menyebutkan jika lahan yang ditanami karet itu kini telah rata dengan tanah.

"Kalau sekarang sudah di-land clearing, mereka seperti tanpa dosa saja menggusur lahan milik warga," ujarnya.

Anggota dewan ini mengaku jika laporan yang dikirimkan ke Polda Jambi juga ditembuskan ke Presiden Joko Widodo, Kapolri dan jaksa agung.

"Saya bersama penasihat hukum, sudah mengirimkan surat ke semua lembaga negara, dan saya juga mendesak agar pemerintah provinsi segera mencabut izin PT SAM yang ada di Kabupaten Sarolangun," kata Aang. (tsu)

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved