Breaking News:

Unja Tambah Anggaran Penelitian

Universitas Jambi akan menaikan anggaran penelitian menjadi 15 persen dari total Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri

Penulis: Deni Satria Budi | Editor: Fifi Suryani
IST
Rektor UNJA Prof.H.Johni Najwan,SH,MH,Ph.D menandatangani kerjasama dengaan Yayasan konservasi ekosistem Hutan Sumatera, Selasa (10/10) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Deni Satria Budi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Universitas Jambi akan menaikan anggaran penelitian menjadi 15 persen dari total Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Hal itu menyusul status Badan Layanan Umum (BLU) yang disandang Unja, saat ini.

Rektor Universitas Jambi Prof H Johni Najwan SH MH PhD, mengatakan, setelah Unja menyandang BLU, pihaknya akan merealisasikan 15 persen anggaran penelitian dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dalam hal ini dari total anggaran operasional perguruan tinggi ini.

Menurut Rektor, peningkatan anggaran penelitian tersebut, sangat memungkinkan setelah berstatus sebagai BLU. Sebelum menyandang status baru itu atau saat berstatus satuan kerja (satker), ujar Rektor, Unja telah menaikkan anggaran penelitian dari hanya 10 persen pada 2016 menjadi sebesar 12,5 persen pada 2017. Dan, anggaran penelitian saat ini kata Johni, masih kurang dibanding dengan dana yang dibutuhkan oleh para periset.

Baca: Berdua dalam Lift, Cewek Ini Cepat-cepat Turunkan Celana. Kejadian Selanjutnya Bikin Melongo

Hal itu kata Johni, menurutnya menuntut perguruan tinggi maupun peneliti untuk lebih aktif dan berkolaborasi dengan pihak ketiga.

Penganggaran penelitian selain dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) juga dari setiap unit dalam hal ini fakultas yang ada.

“Kita terus mendorong penelitian, dan terakhir Unja mendapat peringkat ketiga perguruan tinggi dalam pengembangan inovasi,” tutur Johni, belum lama ini.

Dengan peningkatan anggaran penelitian itu, kata dia diharapkan bisa menghasilkan penelitian yang berkualitas dan tolok ukurnya masuk jurnal internasional atau jurnal nasional terindeks Scopus.

“Hasil penelitian itu harus bisa diterapkan di masyarakat, menjawab kebutuhan masyarakat serta menjadi solusi,” katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved