Sekda Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun Thabroni Rozali mengimbau pada masyarakat Sarolangun agar selalu waspada saat terjadi cuaca ekstrem

Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Fifi Suryani
facebook
Ilustrasi: Cuaca ekstrem melanda di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh sejak Senin (5/12). Atap rumah berterbangan 

 Laporan Wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun Thabroni Rozali mengimbau pada masyarakat Sarolangun agar selalu waspada saat terjadi cuaca ekstrem seperti saat ini. “Kita melihat cuaca ekstrem ada bencana, longsor, tebing runtuh dan sebagainya. Akibat hujan dan banjir, jadi masyaraat harus waspada,” katanya, Selasa (5/12).

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban selama terjadi cuaca ekstrem kata Tabroni, pihak pemerintah Sarolangun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah siap.

“Pemerintah daerah Insyaallah akan siap dengan BPBD. Kita berdoa semoga Sarolangun jauh dari bencana,” katanya.

Baca: Berdua dalam Lift, Cewek Ini Cepat-cepat Turunkan Celana. Kejadian Selanjutnya Bikin Melongo

Bencana banjir di wilayah Batang Asai dan Limun tidak terlepas dari aktivitas tambang ilegal yang membuat banyak sedimentasi di sungai, sehingga saat terjadi hujan, sungai tak lagi sanggup menampung debit air sehingga air meluap ke wilayah pemukiman.

Untuk mengatasi masalah PETI yang berlarut, Sekda Sarolangun ini meminta agar pemerintah provinsi dan pusat bisa memperhatikan akibat dampak PETI yang terjadi. Tabroni mengaku, pemerintah Sarolangun tidak lagi punya kewenangan untuk mengatur masalah pertambangan sejak tanggungjawab pertambangan diserahkan para pemerintah provinsi.

“Kita mengimbau agar pemerintah pusat dan provinsi agar memperhatikan ini, akibatnya luar biasa, apalagi merkuri. Merkuri itukan luar biasa, saya sudah sampaikan, itu kan bahan tidak bisa hancur, dimakan ikan, ikan kita makan. Akibat kesehatan pada masyarakat,” katanya.

Baca: Saldo Tabungan Polisi di Tebo Ini Mendadak Bertambah Rp 45 Juta, Responnya Diapresiasi

Baca: Cara Mengganti Gigi di Motor MotoGP Tidak Sama dengan Motor Biasa, Begini Penjelasannya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved