Bullying Sering Dialami Kaum Difabel Jambi

Kaum difabel di Jambi sering mengalami perlakuan yang tidak patut. Satu di antara mereka kerap dipanggil bisu.

Bullying Sering Dialami Kaum Difabel Jambi
ist
Wawan mengajarkan masyarakat bahasa isyarat. Kegiatan ini sering diadakan di Kantor Gubernur tiap Minggu pagi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kaum difabel di Jambi sering mengalami perlakuan yang tidak patut. Satu di antara mereka kerap dipanggil bisu.

Padahal perkataan seperti itu menyakiti perasaan mereka. Mereka lebih menerima jika disebut tuli atau tuna rungu.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu (Gerkatin), Wawan yang didampingi oleh Meta, sukarelawan yang peduli terhadap difabel.

Hal lainnya yang sering dialami adalah saat berada di tempat umum seperti supermarket. Mereka kesulitan menanyakan sesuatu karena masyarakat normal tidak mengerti bahasa mereka.

Hal senada juga dialami penyandang tuna daksa. Kebanyakan masyarakat tidak mau membantu atau merespon mereka yang menggunakan kursi roda.

Menurutnya hal ini terjadi karena kurangnya penyuluhan terhadap masyarakat mengenai bahasa isyarat yang digunakan penyandang tuna rungu.

Gerkatin mengadakan kegiatan rutin tiap Minggu pagi di car free day Telanai dengan mengajarkan bahasa isyarat kepada masyarakat.

"Saya berharap pemerintah Provinsi Jambi dan masyarakat umum setuju mendukung dan menghormati Hari disabilitas Internasional sebagai hari libur nasional," ucap Wawan. (Cul)

Penulis: Nurlailis
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved