Sidang Kasus Pemburuan Harimau Digelar di Pengadilan Muara Sabak

Berkas kasus pemburuhan harimau sudah memasuki tahap 2 oleh Penyidik Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berkas kasus pemburuhan harimau sudah memasuki tahap 2 oleh Penyidik Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi.

Kedua tersangka yakni Marsum (45) dan Yogo Saptono, warga Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tabjabtim). Dengan pelimpahan tahap II ini, keduanya juga segera menuju meja hijau.

Direktur Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Winarta melalui Kanit 1 subdit IV, Kompol Salpandri, saat dikonfirmasi membenarkan hal ini.

"Pelimpahan dilakukan Senin (27/11). Sekarang jaksa tengah menyusun dakwaan," ujar Kompol Salpandi, (28/11).

Menurutnya, pelimpahan dilakukan ke Kejari Muarasabak.

Ini dilaksanakan karena lokasi perburuan harimau tersebut berada di kawasan Tanjab Timur.

"Sidang nantinya juga di Pengadilan Negeri Muarasabak," jelasnya.

Dalam kasus ini, Salpandri menerangkan bahwa hasil dari penyelidikan terhadap pelaku bahwa pelaku mengatakan baru kali ini melakukan hal tersebut. Namun, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

Untuk diketahui, pelaku diamankan pada tanggal pada (2/10) sekitar pukul 13.30 WIB, di wilayah Taman Nasional Berbak Desa Rantau Jaya, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjab timur.

Ia melumpuhkan harimau dengan cara membuat jebakan sepanjang 900 meter yang telah dialiri listrik.

Pelaku melanggar pasal 21 (2) huruf d Jo pasal 40 (2) UU RI No. 5/1990 Tentang KSDAH diancam dengan pidana penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta. (cfa)

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved