Breaking News:

Kantor Model Baru Zaman Digital, Namanya Coworking Space, Anti Macet dan Anti Marah

“Kantor” yang diberi nama coworking space (ruang bekerja bersama-sama) itu tak ubahnya seperti kantor sesungguhnya,

Konferensi Pers CoworkFest 2017. (yds) 

TRIBUNJAMBI.COM - Era digital dengan semakin mudahnya ketersambungan antarorang menyebabkan kantor fisik mulai tersingkir keberadaannya. Orang bisa kerja di mana saja dan kapan saja.

Namun sebagai makhluk sosial, manusia tak lepas dari nalurinya untuk berkumpul. Masalahnya, bagaimana caranya tetap bisa berkumpul sekaligus menyelesaikan pekerjaan tanpa harus ke kantor.

Kondisi perkotaan besar seperti Jakarta membuat aktivitas berangkat kantor bisa mengendurkan semangat akibat kemacetan.

Lima tahun belakangan muncullah “kantor” yang bisa didatangi tanpa perlu meluapkan emosi karena kemacetan, ulah pemakai jalan yang tak taat aturan, atau transportasi umum yang mengalami kendala.

“Kantor” yang diberi nama coworking space (ruang bekerja bersama-sama) itu tak ubahnya seperti kantor sesungguhnya, namun dirancang dengan memperhatikan kenyamanan. Nilai plusnya lagi, kita bisa bertemu dengan profesional di bidang lain.

Tak semua jenis pekerjaan bisa memanfaatkan coworking space ini. Umumnya mereka yang bekerja di perusahaan rintisan, pekerja lepas, serta profesional cocok menjadi penghuni coworking space. Dan itu semua banyak terpenuhi saat ini, ketika generasi langgas (milenial) membanjiri dunia kerja.

Tak berlebihan jika coworking space sudah menjelma menjadi sebuah elemen penting dalam ekosistem kewirausahaan. Seiring dengan munculnya coworking space di kota-kota besar di Indonesia, akhirnya terbentuklah sebuah perkumpulan coworking space bernama Coworking Indonesia.

Agar “virus” coworking space ini menjalar dan menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat luas, Coworking Indonesia menggandeng BRI menggagas event CoworkFest 2017. Tujuan utamanya, ya memperkenalkan ke masyarakat yang lebih luas tentang apa itu coworking space.

“Sebagian besar masyarakat di Indonesia mengenal coworking space hanya sebagai tempat kerja. Melalui COWORKFEST, harapannya masyarakat bisa lebih paham bahwa di sana ada banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan seperti workshop, sharing, talk show, sehingga kita bisa berkomunitas, berkolaborasi, dan saling terhubung satu sama lain,” jelas Andi Saptari, selaku Ketua CoworkFest 2017.

Di CoworkFest 2017 pengunjung dapat merasakan pop-up coworking di tengah taman, aneka workshop, panel diskusi, talkshow, curated local market, coffie & foodie market, musik, dan banyak aktivitas lain.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved