Breaking News:

Seorang Anak 11 Bulan Diduga Keracunan Ganja, Tampak Lamban dan Mudah Tersinggung

Menurut keterangan pihak rumah sakit, pasien tiba di ruang gawat darurat dengan pernapasan yang melambat, dan kemudian mengalami...

Editor: Edmundus Duanto AS
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus legalisasi ganja masih menjadi polemik. Apakah ganja memang benar berguna bagi manusia, atau justru mengancam kehidupan generasi penerus?

Seorang anak berumur 11 bulan diduga keracunan ganja dan mengalami pembengkakan otot jantung di Denver beberapa waktu lalu.

Tim dokter menemukan bahwa sebelum meninggal korban berada di lingkungan pengguna ganja.

Hasil autopsi tim dokter di Rumah Sakit Anak Nicklaus, juga menemukan adanya kandungan tetrahydrocannabinol (THC), bahan aktif ganja, pada sampel darah dan urine anak tersebut.

"Sangat sulit untuk mengatakan bahwa satu hal menyebabkan yang lain" dalam kasus ini, kata Dr. Jefry Biehler, Kepala Pediatri Rumah Sakit Anak Nicklaus di Miami.

Menurut keterangan pihak rumah sakit, pasien tiba di ruang gawat darurat dengan pernapasan yang melambat, dan kemudian mengalami serangan jantung.

Sebelum datang ke UGD, bocah itu tampak lamban dan mudah tersinggung, dan mencoba muntah.

Kemudian setelah beberapa saat, pasien mengalami henti jantung. Dokter berusaha melakukan resusitasi selama satu jam tetapi akhirnya dia meninggal dunia.

Laporan kasus tersebut sudah dimuat di Clinical Practice and Cases in Emergency Medicine, bulan Maret lalu. Sayangnya, para peneliti belum bisa menemukan penyebab pasti kematian korban.

Dalam hasil tes awal, darah anak laki-laki tersebut memang positif mengandung bakteri

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved