KB Vasektomi Banyak Peminat di Bungo, Ternyata Pria Tetap Bisa Ereksi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Peminat program Keluarga Bencana (KB) metode pemotongan saluran

Laporan wartawan Tribun Heri

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Peminat program Keluarga Bencana (KB) metode pemotongan saluran sperma banyak diminati di Kabupaten Bungo. Selama November saja peminatnya sudah mencapai 152 orang dari pelbagai kecamatan

Kepala Seksi Pelayanan KB, Ratna Wilis mengatakan peminat vasektomi di Bungo cukup banyak. Peminat ini munculnya saat pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke dusun-dusun atau ke kecamatan-kecamatan.
"Dari berbagai kategori, polisi banyak, pegawai negeri banyak juga. Alasannya mereka malu sudah tua tapi masih nambah anak terus," katanya.

Peminat terbanyak ada di Kecamatan Bungo Dani. Dia mencatat ada 48 warga yang ikut Metode Operasi Pria atau MOP ini. Selain itu di kecamatan Rimbo tengah ada 30 orang dan di Kecamatan Pelepat Ilir ada 20 pria.

Dia mengatakan sewaktu sosialisasi di Limbur sempat ada juga anak-anak muda yang ingin vasektomi. "Tapi kita tolak. Kan kasian masih usia kisaran 25-26 tahun. Di bawah usia 30 tahun," ujarnya.

Ahli Bedah, dr Toobroni Ayub SPB mengatakan vasektomi punya efek samping ringan. "Ya sementara paling bengkak sedikit di testis atau di sekitarnya," jelas Ayub.

Kata Dia, pemotongan saluran spermatozoa ini tidak mempengaruhi libido pria atau pun kondisi ereksi pria. "Pria tetap bisa ereksi. Hanya saja di cairannya nanti tidak ada sperma lagi," ungkapnya.

Cairan sperma itu nantinya akan diserap oleh tubuh. "Diserap tubuh nanti," imbuhnya. Hal ini dikatakannya saat memberikan materi di seminar vasektomi atau KB untuk pria. Vasektomi adalah metode memotong saluran spermatozoa pada pria. (bai)

Penulis: heri prihartono
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved