Breaking News:

Oknum Pilot Ngomong Rasis ke Petugas Bandara, Manajemen Garuda Indonesia Langsung Minta Maaf

Garuda Indonesia telah berkoordinasi dengan Bea Cukai dan menjelaskan kesalapahaman yang terjadi dan tidak menoleransi sikap dan pernyataan pilot itu

Tribun Jambi
Pesawat Garuda Indonesia mendarat di Bandara Sultan Thaha, Selasa (15/9) sore di tengah kabut asap 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Management PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah melihat rekaman video berdurasi 2 menit 18 detik yang memperlihatkan percakapan seorang oknum pilotnya dengan petugas bea cukai Bandara International Silangit, Sumatera Utara.

Video yang terlihat berada di dalam kabin pesawat itu diunggah oleh akun @sugi_0706 bertuliskan, how about this @IndonesiaGaruda racism on your airplane? I belive this is one of your Pilot!

Dalam video tersebut, terjadi percakapan antara pilot Garuda Indonesia dengan petugas bea cukai. Dalam rekaman video itu, Pilot Garuda Indonesia tersebut memerintahkan pihak bea cukai bandara untuk tidak terlalu lama berada di dalam kabin pesawat.

Namun, karena sedang menjalankan tugas terkait pemeriksaan, pihak otoritas pun tidak lantas pergi, justru terjadi perdebatan di dalamnya.

Ketika dikonfirmasi ke pihak Garuda Indonesia, Hengki Heriandono, pelaksana harian Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, dirinya mengatakan telah menerima dan melihat video tersebut.

"Garuda Indonesia sangat menyesalkan perilaku dan pernyataan Pilot tersebut. Meskipun Pilot memberikan izin petugas bea cukai melakukan pemeriksaan di dalam pesawat namun pernyataan dan sikap pilot sangat disayangkan," kata Hengki kepada Kompas.com, Minggu (19/11/2017)malam.

Menurut Hengki, Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional Indonesia, menghormati seluruh stakeholders dan institusi yang menjadi mitra kerja baik secara langsung maupun tidak langsung dan menghormati prosedur kerja masing-masing petugas yang sedang menjalankan tugasnya.

Garuda Indonesia telah berkoordinasi dengan Bea Cukai dan menjelaskan kesalapahaman yang terjadi dan tidak menoleransi sikap dan pernyataan pilot tersebut sehinga permasalahan sudah dapat dipahami bersama.

"Direksi Garuda Indonesia juga sudah menyampaikan secara langsung permohonan maaf kepada Direksi maskapai yang disebut dan permasalahan sudah diselesaikan dengan baik," ucap Hengki.

Garuda Indonesia juga sudah melakukan investigasi internal terhadap pilot yang bersangkutan dan pilot tersebut sudah diberikan sanksi tegas sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan.

Adapun kronologi kejadian, pada saat itu pesawat dengan nomor penerbangan GA8510 SIN-DTB baru mendarat di Silangit. Setelah penumpang turun, kemudian naik petugas bea cukai yang akan memeriksa pesawat dan tas crew.

Pilot menolak diperiksa karena merasa selama ini belum pernah ada pemeriksaan di dalam pesawat. Kemungkinan juga pilot belum mengetahui bahwa sesuai SOP petugas bea cukai berhak masuk ke dalam pesawat.

Pada saat pilot Garuda Indonesia menolak, terucap kata-kata yang bernada menyinggung etnis tertentu dan maskapai tertentu. Menurut pengakuan pilot yang bersangkutan dalam keadaan emosi sehingga tidak dapat mengontrol ucapannya. (Iwan Supriyatna)

Berita ini telah tayang di kompas.com dengan judul Pilotnya Berkata Rasis, Garuda Indonesia Minta Maaf dan Berikan Sanksi

Editor: Edmundus Duanto AS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved