Senin, 27 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kebakaran Hebat di Simbur

Ratusan Korban Kebakaran Simbur Naik Kesulitan Air Bersih

"Kondisi api pagi tadi sudah padam, cuma banyak yang kehilangan tempat tinggal. Perkiraan ada ratusan orang."

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/DEDI NURDIN
Kebakaran dahsyat di Desa Kuala Simbur Naik, Kecamatan Sabak Timur, hanguskan lebih kurang 73 unit rumah, Rabu (15/11) dini hari tadi. Puluhan rumah rata dengan tanah. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedy Nurdin 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kebakaran hebat yang menghanguskan puluhan rumah di Desa Simbur Naik, Kecamatan Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada Rabu (15/11/2017) dini hari menyisakan peroblem baru bagi masyarakat di sana. 

Informasi yang diperoleh situasi di lokasi kejadian hingga Rabu siang sudah mulai kondusif. 

Namun, kesedihan masih menyelimuti korban karena hampir semua rumah dan bangunan yang terbakar rata dengan api tanpa menyisakan barang yang bisa digunakan. 

"Kondisi api pagi tadi sudah padam, cuma banyak yang kehilangan tempat tinggal. Perkiraan ada ratusan orang," kata Fadli, seorang warga Desa Simbur Naik.

Sejumlah korban kebakaran terpaksa menumpang di tempat kerabat dan warga lain yang rumahnya tidak terbakar. 

"Sekarang kesulitannya air bersih, obat-obatan dan pakaian itu yang sepertinya dibutuhkan di sini," ujar Fadli. 

Seperti diketahui api membakar sedikitnya 70 rumah milik warga dan memasksa ratusan penghuninya mengungsi. 

Belum diketahui ada atau tidaknya korban jiwa. 

Namun para korban kebakaran saat ini sebagian besarnya masih mengunsi di tenda pengungsian.

Bupati Berduka

Dijelaskan Bupati Tanjabtim, Romi Hariyanto, pihaknya mendapat informasi, kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik.

"Informasi terjadinya arus pendek listrik di salah satu rumah," katanya, Rabu, saat ditemui di sela-sela acara Mandi Safar di Kecamatan Air Hitam.

Bupati juga menjelaskan, dari total rumah yang terbakar, tidak ada satu pun korban jiwa.

"Kami turut berduka cita atas kejadian ini, ini juga jadi bahan evaluasi kami untuk tanggap bencana, karena sebelumnya satu di antara wilayah di kabupaten kami sempat terjadi bencana longsor," katanya. (*) 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved