Ini Dia Nurtanio yang Namanya Diabadikan Menjadi Nama Pesawat N-219 oleh Jokowi

Ia adalah perintis industri penerbangan di Indonesia. Bersama Wiweko Soepno, ia membuat pesawat layang Zogling NWG pada 1947.

istimewa

Penerbangan perdana dilaksanakan pada 1 Agustus 1954 oleh Captain Powers, pilot uji berkebangsaan AS yang kala itu bekerja untuk TNI AU. X-01 mengudara selama 15 menit di atas Kota Bandung dengan hasil memuaskan.

Nurtanio merancang Nu-200 sebagai pesawat intai bersenjata yang dapat dioperasikan dari lapangan terbang tanah atau rumput.

Untuk lepas landas, Sikumbang yang memiliki panjang 8,19 meter dan tinggi 3,35 meter hanya butuh jarak 350 meter.

Sedangkan untuk mendarat malah lebih pendek lagi yakni hanya 150 meter.

Seiring berjalannya waktu, Sikumbang juga digunakan sebagai pesawat antigerilya (counter insurgency – COIN).

Nurtanio merancang Sikumbang agar bisa dipasangi dua senapan mesin di sayap dan satu cantelan di bawah masing-masing sayap untuk membawa satu bom napalm atau empat roket kaliber lima inci.

Namun baru senapan mesin kaliber 7,7mm yang kala itu berhasil terpasang dan telah diuji sistemnya.

Kekurangan utama yang dirasakan Nurtanio dari Nu-200 adalah karena tenaga yang dihasilkan mesin Gipsy nyatanya terlalu rendah. Sedangkan bobot mesin itu terlampau berat.

Nurtanio kemudian memperbaiki kekurangan ini pada prototipe Sikumbang yang kedua: Nu-225.

Kali ini pesawat menggunakan mesin Continental O-470A berdaya 225 Tenaga Kuda. Nu-225 oleh Nurtanio dijadikan sebagai rujukan untuk diproduksi massal.

Halaman
123
Editor: awang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved