BAB Dibungkus Plastik, Terus Dilempar ke Pohon

"Saya di sebuah daerah pernah menemukan ada warga yang BAB kemudian fesesnya dibingkus plastik dan dilempar ke pohon"

Editor: Duanto AS
Tribun Jambi
Salah satu tempat mandi cuci kakus (MCK) warga Pulau Pandan. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Target 100% akses sanitasi pada 2019 akan jadi tantangan besar buat pemerintah. Saat ini pun, masih banyak penduduk yang Buang Air Besar (BAB) sembarangan karena kurangnya akses sanitasi.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut masih ada 28 juta penduduk yang BAB sembarangan. Hal tersebut yang sebabkan akses sanitasi layak masih berada di angka 67,2%.

"28 juta itu, 10% penduduk Indonesia, atau lebih banyak dari penduduk Australia. Sama dengan penduduk malaysia. Angka tersebut hanya di bawah India. Jadi kita nomor dua terendah di dunia," kata Bambang saat Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional, Selasa (7/11) di Jakarta.

Mengenai rendahnya angka tersebut, Menteri Kesehatan Nina F. Moeloek mengatakan bahwa butuh perumahan paradigma kesehatan.

Sebab ia masih kerap menemui kejadian dimana lebih nyaman BAB bukan di tempatnya.

"Saya di sebuah daerah pernah menemukan ada warga yang BAB kemudian fesesnya dibingkus plastik dan dilempar ke pohon," katanya dalam kesempatan yang sama.

Bambang menambahkan selain soal perilaku masyarakat tingkat sanitasi masih rendah lantaran belum adanya Sistem Pengelolaan Air Limbah domestik (SPALd) yang baik.

Dia mencontohkan, di Jakarta, baru 2% pengelolaan limbah yang terkonsentrasi melaluai SPAL.

"Bayangkan dengan penduduk mencapai 10 juta orang baru 2% yang pengelolaan limbahnya baik, sedangkan 98% masih menggunakan tak terkelola dengan baik," lanjut Bambang. (Anggar Septiadi)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved