Breaking News:

Bukan Soal Polemik Pribumi, Inilah "Balada Sejuta Wajah" Anies Baswedan

Di sini saya tidak ingin mengomentari atau mengulas prihal pelontaran kata “pribumi” oleh Gubernur DKI Jakarta ke 19 – Anies Baswedan

Editor: rida
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kiri) berjalan saat akan menjalani serah terima jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (16/10/2017). Anies-Sandi resmi menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. 

TRIBUNJAMBI.COM- Di sini saya tidak ingin mengomentari atau mengulas prihal pelontaran kata “pribumi” oleh Gubernur DKI Jakarta ke 19 – Anies Baswedan – saat pidato perdana di gedung Balai Kota.

Di sini saya juga tidak ingin mendikotomiskan berapa presentase warga Jakarta yang pribumi dan non pribumi yang berdomisili di Jakarta.

Karena bagi saya – yang juga warga Jakarta – bahwa Jakarta adalah pluralis, majemuk, dan bhinneka.

Baca: Khawatir Gempa Susulan, Pasien Rumah Sakit di Rawat di Halaman Masjid

Baca: Demi Modal Nikah, Fajri Rela Jadi Pelaku Curanmor. Eh Sehari Sebelum Akad Dia Ketangkap

Baca: Akui Punya Punya Popularitas Tinggi, PDIP Tetap Enggan Dukung Ridwan Kamil. Ini Alasannya

Jakarta sebagai kota metropolitan dengan berbagai ragam predikat yang disandangnya telah menjadikannya tumpuhan harapan bagi warganya, termasuk magnet bagi warga pendatang, yang ingin mengadu hidup, kehidupan dan penghidupan.

Tak ada yang beda, semuanya berpacu dan berlomba agar bisa survive agar tidak tergilas oleh kejamnya Jakarta.

Kalau perlu bagaimana bisa menaklukkan Jakarta yang sering diplesetkan bahwa Jakarta lebih kejam dari ibu tiri.

Hura-hura pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta 2017 telah usai dengan terpilihnya pasangan Anies – Sandi sebagai gubernur dan wakilnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved