Rumah Warga Sekernan Terancam, Galian Pasir Diduga Penyebab Pengikisan 18 Meter Tebing Sungai

Sejumlah rumah di Desa Sekernan, di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi terancam ambruk dan masuk sungai Batanghari.

Penulis: Zulkipli | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Sejumlah rumah di Desa Sekernan, di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi terancam ambruk dan masuk sungai Batanghari. Hal tersebut diakibatkan adanya abrasi pada tebing di pinggiran sungai Batanghari akibat terkikis arus sungai, yang ada di belakang rumah warga.

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh warga setempat, satu diantaranya, Kas, yang berada di RT 06 Desa Sekernan, letak tebing sungai Batanghari dengan rumahnya hanya tinggal berjarak kurang dari dua meter lagi. 

"Padahal waktu saya mendirikan rumah saya ini, jarak antara tebing sungai dengan rumah saya dulunya sejauh dua puluh meteran, tapi saat ini hanya kurang dari dua meter saja, sampai ke rumah," tuturnya kepada Tribunjambi.com, Selasa (31/10). 

31102017_abrasi
(TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI)

Selain itu Kas juga menyebutkan, dulu sudah pernah dilakukan pengukuran oleh pemerintah, yang disebut-sebut untuk dibangun turap, akan tetapi sampai saat ini hal tersebut tidak pernah terealisasi. 

"Patok batas pengukurnya masih ada, tapi hingga sekarang, tidak juga dibangun-bangun turap tersebut," ucapnya.

Selain itu, ia menduga penyebab dari abrasi tersebut ditenggarain oleh semakin menjamurnya usaha galian pasir yang berada di sepajang sungai Batanghari di wilayah Kecamatan Sekernan. 

31102017_abrasi
(TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI)

"Mungkin karena banyak usaha galian pasir, diambil terus pasirnya, akibatnya tebing sungai terkikis terus," sangkanya. 

Dari itu, ia berharap kepada pemerintah dalam hal ini Pemkab Muarojambi, agar bisa segera membangun turap, sebab bila melihat kondisi rumah-rumah yang berada di sepanjang pinggir sungai Desa Sekernan, yang sudah 10 tahun tetakhir ini, merasa was-was, karena takut akan terjadi longsor akibat dari abrasi.

"Setidak-tidaknya, pemerintah bisa bangun turap di titik rumah warga yang sudah rawan lah dulu, soalnya kami sudah khawatir longsor," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved