Unik, Kalau Hidung Orang Ini Mampet, Jutaan Orang Ikut Mengeluh
Dia telah menjalani serangkaian tes panjang dan rumit, untuk mendapatkan sertifikat dan boleh memberikan penilaian.
TRIBUNJAMBI.COM - Kalau hidung orang ini mampet, bisa jadi ratusan ribu bahkan jutaan pecinta kopi akan mengeluh. Dia merupakan orang yang berprofesi sebagai Q grader kopi
Siapakah Q grader kopi itu?
Situs kopidewa.com menuliskan istilah Q Grader makin sering terdengar dalam dunia specialty coffee.
Kopi merupakan sesuatu yang subjektif, karena persepsi rasa setiap orang bisa saja berbeda-beda. Atas pemikiran itu Coffee Quality Institute (CQI) mengembangkan Q Coffee System untuk menetapkan nilai standar kopi yang berlaku universal.
Nilai itu harus bersifat kredibel dan dapat diverifikasi. Tujuannnya, untuk mendapatkan titik kalibrasi yang sama untuk sebuah biji kopi. CQI merupakan lembaga independen peneliti kopi yang berlokasi di Long Beach, California.
Berangkat dari sini, tentu Anda bisa membayangkan bagaimana penentuan standar rasa kopi kan?
Lantas apa tugas Q Grader?
Dia merupakan orang yang bertanggung jawab menjalankan sistem penilaian itu. Dia telah menjalani serangkaian tes panjang dan rumit, untuk mendapatkan sertifikat dan boleh memberikan penilaian.
Tapi tak bisa lama, sertifikat itu hanya berumur tiga tahun sebelum akhirnya kedaluwarsa dan harus diperpanjang.
Percayakah Anda, dengan syarat yang rumit itu, sekarang sudah ada sekira 3.600 orang Q Grader di seluruh dunia. Bukan hanya kopi arabika saja yang dinilai, kopi robusta pun ikut ditentukan standarnya.
BACA Kekayaan Artis Muda Ini Saingi Syahrini, Namun Ia Tak Suka Pamer Meski Tajir Mlintir
BACA BREAKING NEWS: Seorang Pemuda Jatuh dari Lantai Tiga Mal di Kota Jambi
Apa saja sih yang dites untuk mendapatkan sertifikat Q Grader? Berikut di antaranya:
1. General Knowledge Exam
Satu-satunya tes tertulis yang berisi 100 pertanyaan umum tentang kopi dimulai dari penanaman, panen, pengupasan, cupping, grading, penyangraian, hingga penyeduhan.
2. Coffee Grading
Peserta menyeleksi green bean dan roast bean untuk menentukan grade kopi tersebut. Apakah specialty coffee, premium coffee, atau commercial coffee. Peserta harus jeli melihat semua defect (cacat biji) yang ada dalam sebuah batch kopi sebelum akhirnya memutuskan grade kopi tersebut.
3. Sample Roast Identification
Peserta harus dapat mengidentifikasi hasil sangrai yang tersaji pada secangkir kopi. Apakah under roasted, over roasted, baked, underdeveloped, atau correct. Yang membuat tahap ini lebih menantang adalah kopi disajikan di bawah pancaran red light, sehingga peserta tidak dapat melihat warna tingkat sangrai. Peserta harus menebak dengan lidah dan hidung manakah kopi yang tingkat sangrainya pas.
4. Olfactory Skill
Tes ini menggunakan Le Nez de Café kit yang diciptakan oleh Jean Lenoir. Kit ini berisi 36 wewangian yang biasa ditemukan dalam kopi. Untuk lulus tes, peserta harus dengan benar mencocokkan wewangian dengan namanya. Wangi yang diuji mencakup mawar, tembakau, apel, butter, dan banyak lagi yang lainnya.
5. Sensory Skill
Mungkin ini adalah tes paling sulit karena banyak peserta gagal pada tes yang terdiri dari 3 tahapan ini. Teorinya sebenarnya mudah, peserta diwajibkan menebak rasa manis, asam, asin dengan beberapa intensitas. Tahap pertama dan kedua cukup mudah karena belum ada pencampuran rasa. Pada tahap ketiga peserta diberikan blind test 8 cairan bening dan menebak berapa intensitas rasa yang ada. Misalnya sweet 3, salty 2, sour 2, atau sweet 1, salty 3, sour 2.
6. Cupping Skill
Peserta melakukan 4 sesi cupping dengan 6 kopi pada tiap sesi. Kopi yang digunakan tiap sesi berbeda-beda yaitu kopi Amerika Tengah, kopi Afrika, kopi Asia, dan kopi yang diproses secara natural. Setiap peserta mencicip kopi kemudian harus mengisi dengan benar SCAA Cupping Form dengan nilai semendekati mungkin dengan nilai yang sudah ditetapkan.
7. Triangulation
Pada tes ini peserta disuguhkan 6 set kopi yang masing-masing terdiri dari 3 cangkir. 2 dari 3 cangkir berisi kopi yang sama. Tujuannya adalah mencari 1 cangkir yang berbeda di tiap-tiap set. Terdengar mudah? Prakteknya tidak semudah teorinya karena banyak juga peserta yang gagal pada tahap ini.
8. Organic Acid Matching Pair
Kopi yang dites pada tahap ini telah dimodifikasi dengan menambahkan zat asam tambahan. Zat asam yang ditambahkan bisa berupa acetic acid (asam cuka), citric acid (asam jeruk), malic acid (asam apel), juga lactic acid (asam susu). Peserta harus dapat mengidentifikasi zat asam mana yang ditambahkan pada kopinya.
Tentunya tahapan ujian untuk mendapatkan sertifikasi Q Grader sangat menyita waktu, tenaga, dan pikiran. Jika AbdiKopi berencana menjadi seorang Q Grader, persiapkanlah fisik dan mental untuk mengikuti rangkaian ujiannya.
Berminat?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/wwwnorthstarroastcom_20171024_211832.jpg)