ISIS

Usai Baku Tembak Tewaskan 42 Militan Pro-ISIS, Filipina Umumkan Akhir Perang Marawi

Pejabat keamanan Filipina Senin (23/10) mengumumkan pertarungan sengit di Marawi, tepatnya lima bulan setelah ratusan militan

(TED ALJIBE / AFP )
Presiden Rodrigo Duterte menghibur istri seorang personel marinir yang gugur dalam pertempuran di Marawi menghadapi militan Maute. Sejauh ini sudah 58 tentara Filipina tewas dalam baku tembak di Marawi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MANILA - Pejabat keamanan Filipina Senin (23/10) mengumumkan pertarungan sengit di Marawi, tepatnya lima bulan setelah ratusan militan pro-ISIS menyerbu kota tersebut, telah menjadi krisis keamanan terbesar Filipina di tahun-tahun sebelumnya.

"Kami sekarang mengumumkan penghentian semua operasi tempur di Marawi," kata Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana yang dibacakannya kepada wartawan.

Dia mengatakan Filipina telah "kehilangan infrastruktur yang baru tumbuh dan mengalahkan terorisme di Filipina".

"Tidak ada lagi militan di Marawi," katanya.

Sebelumnya pada Senin pagi, Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen, mengutip Lorenzana, men-tweet bahwa teroris terakhir telah dikeluarkan dari Marawi.

Lorenzana mengatakan bahwa pasukan pemerintah di Marawi menangkap Senin pagi (23/10) pagi sebuah bangunan di mana militan membuat pendirian terakhir mereka.

asean
Menteri Pertahanan ASEAN pada Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN ke-11 di Clark, Pampanga, Filipina, pada tanggal 23 Oktober 2017. HOTO: FACEBOOK / NG ENG HEN

"Ini adalah kelompok terakhir dari orang-orang yang terbelenggu ... Mereka tertangkap dalam satu bangunan. Ada baku tembak, dan 42 mayat ditemukan," katanya.

Lorenzana mengumumkan berakhirnya pertempuran di Marawi, karena menteri pertahanan Asia Tenggara membuka pertemuan tahunan mereka di Clark freeport di utara Manila pada hari Senin, dengan strategi anti-terorisme tinggi dalam agenda tersebut.

Konflik tersebut berawal ketika ratusan gerilyawan menyerbu Marawi pada 23 Mei dalam sebuah tawaran berani untuk mengubah kota tersebut menjadi "provinsi" negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Lebih dari 1.000 militan, tentara pemerintah dan warga sipil terbunuh dalam konflik sejauh ini. Setengah dari Marawi terletak di reruntuhan, diratakan oleh serangan udara, serangan artileri dan pertarungan sengit di kota. Sekitar 400.000 orang telah mengungsi.

Halaman
12
Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved