Breaking News:

Petani Blokade Akses Jalan ke Lokasi Proyek Tol Semarang-Batang. Tuntut Kompensasi Tanaman Tembakau

Petani Desa Wungurejo dan Tejorejo Ringinarum, Kendal, Jawa Tengah, memblokade akses jalan yang digunakan untuk mengangkut

Petani Wungurejo dan Tejorejo Ringinarum Kendal, saat memblokir akses jalan tol Semarang-Batang. KOMPAS.Com / foto: dok:warga (Kompas.Com /Slamet Priyatin ) 

TRIBUNJAMBI.COM, KENDAL - Petani Desa Wungurejo dan Tejorejo Ringinarum, Kendal, Jawa Tengah, memblokade akses jalan yang digunakan untuk mengangkut material pembangunan jalan tol Batang-Semarang, Senin (23/10/2017).

Mereka memblokade jalan dengan cara membentangkan bambu dan kayu. Petani menuntut agar kompensasi tanaman tembakau dan jagung yang rusak segera dibayar.

Sebab, petani Desa Wungurejo dan Tejorejo mengalami gagal panen akibat dampak debu jalan yang dilalui truk proyek.

Salah seorang petani, Sugito, mengaku tanaman yang tidak bisa dipanen itu satu-satunya sumber penghidupan warga. Ia juga mendesak agar dilakukan pengukuran ulang lahan yang dipakai untuk jalan tol.

Sebab, kata Sugito, warga sejak awal tidak pernah dilibatkan dalam pengukuran tanah yang terkena proyek. Apalagi data yang digunakan adalah data usang tahun 2008.

“Ditambah lagi apraisal yang dipakai tidak obyektif . Lahan kami dianggap lahan tidur penuh dengan diskriminatif. Ini tidak mencerminkan rasa keadilan,” jelasnya.

Senada dengan Sugito. Warga lain, Sukis, meminta supaya petani diberi kompensasi selama 3 kali musim dalam setahun. Sebab para petani sebelumnya dalam setahun bisa panen 3 sampai 4 kali panen dengan komoditas terbaik seperti padi, tembakau, bawang merah, jagung dan kedelai. Namun setelah adanya proyek tol, para petani mengalami gagal panen.

“Kami juga meminta supaya operasional alat berat jam 18.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB dihentikan. Sebab mengganggu peribadatan shalat jemaah dan istirahat warga akibat adanya polusi suara dari alat berat proyek tersebut," tambahnya.

Sementara itu, juru bicara Jasa Marga Semarang-Batang, Iwan Abrianto, saat dihubungi, mengatakan sedang ada keperluan di Pontianak.

“Coba hubungi PP Kom atau Waskita," ujarnya.

Pejabat pembuat komitmen jalan tol Semarang-Batang, Tendy Hardiyanto, saat dikonfirmasi mengatakan soal tuntutan warga Wungurejo dan Tejorejo bukan wilayahnya. Pihaknya hanya sebatas melakukan pembebasan tanah.

Editor: suci
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved