Breaking News:

Dalam Semalam Hama Ini Makan Bibit Padi, Petani Tabir Merangin Terancam Gagal Panen

Belasan hektare sawah warga yang terdapat di Kecamatan Tabir mengalami terancam gagal panen. Pasalnya, padi yang baru ditanam

Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
Karya fotografer Indonesia,Tanto Yensen
Katak dan keong 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Belasan hektare sawah warga yang terdapat di Kecamatan Tabir mengalami terancam gagal panen. Pasalnya, padi yang baru ditanam petani mengalami kerusakan akibat diserang hama keong.

Informasi yang didapatkan kerusakan terparah terjadi di Desa Danau Bahu. Hama keong ini menyerang sawah warga sejak beberapa tahun terakhir.

Atun petani asal Danau Bahu menuturkan, serangan hama keong kini telah menjadi rutinitas. Sebab setiap musim tanam hama keong selalu menyerang.

"Tiap masuk masa tanam, keong selalu menjadi musuh para petani saat ini. Jarak satu malam keong ini langsung memakan bibit padi petani," ujarnya.

Para petani kata Atun, sudah berbagai cara untuk membasmi hama tersebut. Baik dengan cara meracuni dengan pestisida maupun dengan cara mengumpulkannya satu persatu.

"Saat ini yang paling efektif untuk membasmi itu dengan cara di ambil satu persatu di dalam sawah. Tapi itu tentu butuh tenaga dan waktu," keluhnya.

Senada Asari petani lainnya juga mengeluhkan hama keong tersebut. Dia mengatakan, salahnya yang baru ditanami padi kini mengalami kerusakan.

Katanya lagi, hama keong merupakan hama baru. Sebab baru beberapa tahun terakhir mulai menyerang sawah petani di Kecamatan Tabir.

"Dulunya tidak pernah ada hama keong. Jadi kita harap ada solusi dari pihak terkait agar kami para petani tidak dirugikan," pungkasnya.

Terkait keluhan para petani tersebut, Dinas Pertanian Merangin belum bisa dikonfirmasi. Kepala Dinas Pertanian Merangin Rumusdar ditemui, Senin (23/10) sedang tidak berada dalam ruangan kerjanya.

Sementara itu informasi lain yang didapatkan, serangan hama keong tidak hanya menyerang sawah warga kecamatan Tabir saja. Namun hampir disetiap wilayah di Kabupaten Merangin mengalami hal yang serupa

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved