Breaking News:

Per 4 Desember 2017, THR Sriwedari Solo Berhenti Beroperasi. Seluruh Karyawan di-PHK

Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Solo akan berhenti beroperasi pada Desember 2017 mendatang menyusul batalnya

Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Direktur Utama THR Sriwedari, Sinyo Sujarkasi, mencoba wahana permainan komidi putar di THR Sriwedari, Solo, Kamis (12/10/2017) siang. TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA 

TRIBUNJAMBI.COM, SOLO - Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Solo akan berhenti beroperasi pada Desember 2017 mendatang menyusul batalnya rencana pemindahan THR Sriwedari ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) karena sejumlah pertimbangan.

Termasuk nilai sewa dinilai terlalu tinggi yakni Rp 600 juta per bulan dengan hitungan Rp 1.000 per meter persegi per hari dengan luas dua hektare.

Sementara, nilai sewa di Sriwedari Rp 38 juta per bulan untuk lahan kurang dari satu hektare.

Direktur Utama THR Sriwedari, Sinyo Sujarkasi mengatakan, THR akan ditutup mulai 4 Desember 2017.

"Kita tinggalkan tempat ini Insya Allah 31 Desember 2017 sesuai perjanjian dengan Pemkot," kata Sinyo Sujarkasi dalam jumpa pers, Kamis (12/10/2017) siang.

Sinyo menyebut, Kota Solo bakal kehilangan ikon hiburan rakyat yang sudah menemani warga Solo selama 32 tahun.

"Kecewa pasti, kami sudah 32 tahun di sini, sudah jadi ikon dan hiburan wong Solo," ucapnya ditemani para pimpinan THR di hadapan wartawan.

Tidak beroperasinya THR Sriwedari otomatis juga akan memberhentikan ratusan karyawannya.

Sebanyak 120 karyawan bakal di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Pihaknya juga mengaku telah menyiapkan pesangon kepada karyawan sesuai dengan aturan ketenagakerjaan.

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved