Bermasalah, Bank Indonesia Bekukan Layanan Paytren Milik Ustad Yusuf Mansur. Layanan Ini Ternyata

Setelah membekukan izin uang elektronik tiga e-commerce, Tokopedia, Shoppee, dan BukaLapak, kini Bank Indonesia (BI) juga melarang

Bermasalah, Bank Indonesia Bekukan Layanan Paytren Milik Ustad Yusuf Mansur. Layanan Ini Ternyata
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Ustaz Yusuf Mansur tiba-tiba menyambangi rumah Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menjelang tengah malam, Kamis (22/9/2016). 

TRIBUNJAMBI.COM- Setelah membekukan izin uang elektronik tiga e-commerce, Tokopedia, Shoppee, dan BukaLapak, kini Bank Indonesia (BI) juga melarang sementara (suspend) layanan isi ulang (top up) uang elektronik yang dilakukan oleh Paytren milik Yusuf Mansur.

Berdasarkan situs resminya, Paytren mengklaim sebagai sebuah peluang bisnis yang revolusioner.

Baca: Kasus First Travel, 4 Artis Diduga Terlibat. Satu Artis Cantik Ini Dipastikan Endorsement

Baca: Cemburu Istrinya Tiga Hari Dibawa Menginap di Hotel, Wahyudi Bacok Seorang Kuli Bangunan

"Kalau teman-teman ingin bayar listrik, air, pulsa, bayar-bayaran rumah tangga, pribadi, sampai nanti ke sekolah belanja, dan pengeluaran macem-macem dah. Maka menjadi anggota Paytren menjadi wajib! Sebab nanti sambil bayar, malah dapet duitnya," jelas Ustad Yusuf Mansuf, Presiden Director PT Veritra Sentosa Internasional seperti yang dikutip dalam situs resminya.

Berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/11/DKSP tanggal 22 Juli 2014 tentang Penyelenggaran Uang Elektronik, penerbit uang elektronik wajib mendapatkan izin dari BI jika floating fund mencapai Rp 1 miliar.

Baca: Dramatis, Ini Upaya Petugas Selamatkan Korban Kebakaran yang Terjebak Asap Tebal

Baca: Terungkap Kebiasaan Makan Keluarga Kerajaan Inggris. Ternyata Ratu Elizabeth Juga Pakai Tupperware

Sebelumnya, Punky Purnomo Wibowo, Direktur Program Elektronifikasi dan Inklusi Keuangan BI kepada KONTAN.co.id bilang, ada beberapa pertimbangan regulator sebelum memberikan izin uang elektronik ini.

Baca: Mengejutkan! Jika Pilpres Digelar Sekarang, Survei SMRC Mengungkap yang Menang Adalah

Baca: Buntut Kasus Hinaan Panglima TNI, Nikita Mirzani Merasa Terancam. Ia Lelah Memblock Akun Fake

Baca: Istri Disebut Penggoda Suami Orang, Epy Kusnandar Curhat Begini di Instagram. Komedian Ini Merasa

"Sebelum memberikan izin penerbit uang elektronik ke e-commerce, BI akan memastikan keamanan IT terjaga dengan baik," kata Punky di Jakarta, Jumat, (22/9/2017) lalu.

Pertimbangan lain adalah ketersediaan tim audit independen. Sepanjang finansial audit dan beberapa aturan lain terpenuhi maka BI akan merestui izin pelaku e-commerce sebagai pemain baru uang elektronik.

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie

Editor: rida
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved