Lagi Tren Game Mobile Legend, Pelajar Ini Sempatkan Main ML saat Jam Istirahat
Tendi mengaku bersama temannya terkadang bermain ML saat jam istirahat. "Ngumpulnya di kantin biasanya, kalau main ramai ramai," ujarnya.
Penulis: Leonardus Yoga Wijanarko | Editor: Duanto AS
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Leonardus Yoga
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Fenomena game online di smartphone, seperti Mobile Legend (ML), mulai menjamur di kalangan siswa SMA. Terkadang, saat jam istirahat, mereka memanfaatkan waktu itu untuk bermain game ML.
Satu di antara siswa SMAN 1 Jambi, Tendi, yang mengaku bersama temannya terkadang bermain game ML saat jam istirahat. "Ngumpulnya di kantin biasanya, kalau main ramai ramai," katanya.
Pihak sekolah tidak melarang siswanya membawa telepon seluler atau handphone ke sekolah. Gawai alias gadget yang dibawa ke sekolah itu, menurutnya, harus digunakan dengan semestinya. "Seperti menelepon dan SMS saat siswa ingin dijemput setelah pulang sekolah," katanya.
Setiap pulang sekolah, Tnd selalu bermain ML di kantin sekolah atau sekitar sekolah. "Kadang kalau lagi butuh sinyal yang kencang, kita ke minimarket yang ada wifinya," jelasnya.
Sejak bermain ML, Tnd bisa menghabiskan waktu 5-6 jam per hari untuk bermain ML. "Tapi kalau sudah waktunya belajar, saya matiin HP lalu belajar," katanya.
Di tempat lain, Ronaldo yang siswa SMK Unggul Sakti mengaku kerap bermain ML saat jam istirahat. "Kami main ML kadang di depan kelas atau di kelas," jelasnya.
Usai pulang sekolah, dia selalu berkumpul bersama teman di lapangan sekolah untuk membahas hero yang ada di ML ataupun bermain sebelum pulang ke rumah.
Setelah sampai di rumah pun, Ronaldo juga bermain game ML dari pukul 15.00-17.00, sebelum mandi dan belajar. "Awal main game ini dulu bisa dibilang kecanduan, soalnya asik terus juga bisa main sama teman," katanya.
Guru SMAN 1 Jambi, Ida, mengatakan siswa diperbolehkan membawa ponsel ke sekolah. Namun, hanya dalam batas kewajaran dalam penggunaan. "Saat jam istirahat, setelah itu setelah jam belajar mengajar selesai," katanya.
Dia melihat, pada saat jam istirahat, siswa memang berkumpul untuk sekadar mengobrol. Sebagian dari siswa terlihat memegang ponsel. "Kalau apa yang mereka buka di HP tersebut saya tidak mengetahuinya," jelasnya.