Hasil Survei, Pendukung Dua Partai Ini Paling Percaya Kebangkitan PKI

SMRC mengatakan dilihat latar belakang responden, yang setuju dengan adanya isu PKI berasal dari dua kelompok partai yang mendominasi

Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Massa aksi 299 melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (29/9/2017). Aksi 299 tersebut menuntut tolak Perppu Ormas dan menolak kebangkitan PKI 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Syaiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memaparkan hasil survei nasional mengenai Isu Kebangkitan PKI, Jumat (29/9).

Direktur Program SMRC Sirojudin Abbas mengatakan dilihat latar belakang responden, yang setuju dengan adanya isu PKI berasal dari dua kelompok partai yang mendominasi. Yakni PKS 37 persen, dan Gerindra 20 persen.

"Paling besar dari PKS 37 persen dan Gerindra 20 persen. Golkar hanya 6 persen," jelas Sirojudin Abbas dalam pemaparannya.

Sedangkan dari partai lainnya, untuk responden yang berasal dari pendukung PAN, mereka yang setuju dengan isu itu 18 persen, PPP 16 persen, Hanura 17 persen, PKB 11 persen, PDIP 11 persen, Golkar 6 persen, dan lainnya sebanyak 7 persen.

Kemudian, berdasarkan pemilih Pilpres 2014 responden yang setuju adanya kebangkitan PKI menunjukkan 19 persen adalah pemilih Prabowo.

"Opini masyarakat tentang adanya kebangkitan PKI cukup beririsan dengan pendukung Prabowo, dan beberapa pendukung partai politik, terutama PKS dan Gerindra," kata Sirajudin.

Untuk responden yang setuju adanya kebangkitan PKI dari pemilih Jokowi hanya 10 persen.

Lanjutnya, hal tersebut menunjukkan opini kebangkitan PKI di masyarakat tidak terjadi secara alamiah, melainkan hasil mobilisasi opini terkuat politik.

"Opini terkuat tertentu, terutama pendukung Prabowo, mesin politik PKS dan Gerindra," kata Sirojudin.

Menurutnya, bila keyakinan adanya kebangkitan PKI itu alamiah, keyakinan itu akan ditemukan secara proporsional di pendukung Prabowo dan Jokowi, di PKS, Gerindra, dan partai lain.

Peneliti dari LIPI Syamsudin Haris saat menjadi pembicara saat launching hasil survei kemudian menilai isu komunis maupun Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan fenomena dunia maya yang sengaja diciptakan.

"Isu Komunis itu fenomena dunia maya, bukan dunia nyata. Bukan sesuatu yang nyata, tetapi sesuatu yang diciptakan dengan tujuan tertentu, bisa untuk ekonomi dan banyak lainnya," kata Syamsudin.

"Survey ini menunjukkan bahwa persepsi itu dimiliki pendukung partai tertentu, saya fikir itu sesuatu yg tidak terelakan. Ini menjadi suatu upaya penggalangan untuk satu kelompok menuju pemilu 2019 dan mencari peluang bagaimana di peta politik 2019," kata Syamsudin.

Ia berharap dengan adanya hasil survei yang menunjukkan 86,6 persen warga tidak setuju adanya kebangkitan PKI dapat menenangkan publik secara luas.

"Survei ini menenangkan publik nasional dari gosip-gosip yang beredar dari dunia maya," lanjut Syamsudin.

Hasil Survei SMRC menunjukkan 86,8 persen warga tidak setuju adanya isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hanya sekitar 12,6 persen warga setuju saat ini sedang terjadi kebangkitan PKI, dan 5 persen dari seluruh warga merasa kebangkitan PKI sudah menjadi ancaman bangsa. (tribun/rin)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved