Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Survei Opini yang Sebut Jokowi PKI, Ini Hasilnya

Menjelang peringatan 30 September 2017, isu mengenai kebangkitan Partai Komunis Indonesia kembali santer terdengar. Apakah

Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Survei Opini yang Sebut Jokowi PKI, Ini Hasilnya
(Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo bermain sulap dalam acara Hari Anak Nasional 2017 di Pekanbaru, Riau, Minggu (23/7/2017). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Menjelang peringatan 30 September 2017, isu mengenai kebangkitan Partai Komunis Indonesia kembali santer terdengar. Apakah opini itu dirasakan oleh masyarakat nasional pada umumnya? Apakah rakyat sekarang merasa terancam oleh PKI?

Terkait hal ini, Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menggelar survei opini publik mengenai isu tersebut.

Hasil temuan survei SMRC menunjukkan, secara umum, warga menilai bahwa bangsa ini sedang berjalan ke arah yang benar. Sentimen ini sangat tinggi dan stabil dalam satu tahun terakhir, dan cenderung menguat dalam tiga tahun terakhir.

Sementara, warga umumnya merasa puas dengan jalannya demokrasi hingga saat ini, dan rasa puas ini terus menguat. Ini semua mengindikasikan bahwa modal politik dasar dalam lima tahun terakhir sangat bagus.

Dilihat dari faktor keamanan, secara umum warga merasa aman dari bebagai ancaman. "Secara khusus, 12,6% warga setuju dengan pendapat bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI. Yang tak setuju jauh lebih besar, 86,8%," jelas SMRC.

Masih berdasarkan survei SMRC, dari 12,6% warga yang setuju bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI, sekitar 39,9% (atau sekitar 5% dari seluruh warga) yang merasa kebangkitan itu sudah menjadi ancaman terhadap negara ini.

Nah, yang paling hot, belakangan muncul opini tentang Presiden Jokowi adalah PKI atau terkait dengannya. "Responden yang setuju dengan opini bahwa Jokowi adalah PKI sekitar 5,1%, relatif sangat kecil dibanding yang tidak setuju, 75,1%," demikian temuan SMRC.

Informasi saja, populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) 1.220 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1.057 atau 87%. Sebanyak 1.057 responden ini yang dianalisis. Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut sebesar ± 3,1% pada tingkat kepercayaan 95% (dengan asumsi simple random sampling).

Selain itu, responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved