Kepala Daerah Berakhir dengan Rompi Orange. Ada Apa?

Satu per satu kepala daerah mendarat di Gedung KPK Jakarta. Tidak secara terhormat tetapi dengan mengenakan ropi oranye KPK pertanda sang kepala daera

Editor: Suci Rahayu PK

TRIBUNJAMBI.COM - Satu per satu kepala daerah mendarat di Gedung KPK Jakarta. Tidak secara terhormat tetapi dengan mengenakan ropi oranye KPK pertanda sang kepala daerah tersangkut korupsi.

Ketua ICW Donal Fariz menilai, korupsi yang marak dilakukan pejabat daerah bisa karena dua faktor. Pertama karena faktor kultural, yakni ketamakan penguasa.

Donal mencontohkan korupsi yang dilakukan salah seorang kepala daerah dengan barang bukti hingga 400 miliar rupiah. Kedua, korupsi terjadi karena faktor struktural.

Kepala daerah terpaksa mencari dana untuk mengembalikan mahar politik dari partai yang digunakan untuk maju. Sistem di partai politik di Indonesialah yang memaksa pejabat daerah mencari uang agar bisa balik modal. Jika KPK terus menjaring OTT, Prof Juanda, ahli hukum tata negara memprediksi, per harinya ada saja bupati yang terciduk KPK.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved