Ulah Anak Buahnya, KPK Agendakan Periksa Ketua PN Bengkulu

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu Kaswanto pada kasus suap putusan perkara k

Ulah Anak Buahnya, KPK Agendakan Periksa Ketua PN Bengkulu
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tersangka kasus dugaan suap hakim MK Samsu Umar Abdul Samiun bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/5/2017). Bupati Buton nonaktif itu diperiksa sebagai tersangka terkait dugaan suap kepada Hakim MK Akil Mochtar pada penanganan sengketa Pilkada Kabupaten Buton di MK pada 2011/2012. 

TRIBUNJAMBI.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu Kaswanto.

Kaswanto diperiksa KPK dalam kapasitas sebagai saksi untuk anak buahnya Dewi Suryana, hakim anggota di Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu, yang menjadi salah satu tersangka kasus tersebut.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SUR," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Jumat (22/9/2017).

Selain Dewi Suryana, KPK juga menetapkan panitera pengganti di PN Tipikor Bengkulu Hendra Kurniawan dan seorang PNS bernama Syuhadatul Islamy sebagai tersangka.

Syuhadatul menyuap Dewi dan Hendra diduga untuk meringankan putusan perkara nomor 16/Pid.Sus-TPK/2017 PN Bgl, dengan terdakwa Wilson.

Wilson merupakan keluarga dari Syuhadatul. Dia adalah terdakwa dugaan tindak pidana korupsi kegiatan rutin tahun anggaran 2013 di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu.

Selama proses persidangan, diindikasikan pihak keluarga terdakwa berupaya mendekati hakim melalui DHN, seseorang berstatus mantan panitera penganti.

Diduga, uang yang disepakati untuk memengaruhi putusan hakim adalah Rp 125 juta. Wilson sendiri oleh jaksa penuntut umum dituntut 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta.

Dalam putusannya, hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun 3 bulan penjara, dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan.

Tags
suap
hakim
Editor: rida
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved