Cerita Prabowo Masuk AKABRI, Saya Kira Masuk Tentara Tidak ada Matematika

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto ternyata tidak begitu menyukai pelajaran matematika. Dirinya mengira dengan masuk Akademi Angkatan Ber‎s

Cerita Prabowo Masuk AKABRI, Saya Kira Masuk Tentara Tidak ada Matematika
Capture Youtube
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto turun tangan untuk memenangkan pasangan calon Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Prabowo akan mengerahkan semua kekuatan partai untuk memenangkan Anies-Sandi. 

TRIBUNJAMBI.COM- Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto ternyata tidak begitu menyukai pelajaran matematika.

Dirinya mengira dengan masuk Akademi Angkatan Ber‎senjata Republik Indonesia (Akabri) bisa menghindari pelajaran matematika.

Namun,‎ ternyata Prabowo salah memprediksi.

Di Akabri justru banyak bermacam-macam pelajaran yang berkaitan dengan angka-angka.

"Saya dulu takut sama matematika. Saya kira masuk tentara tidak ada matematika," kata Prabowo disambut tawa peserta seminar di Universitas Indonesia, Depok, Senin (18/9/2017).

Prabowo mengungkapkan, dirinya saat hari pertama sudah disuguhi pelajaran yang berkaitan dengan matematika.

Bahkan pelajaran matematika tersebut mendominasi pelajarannya saat menjalani pendidikan di Akabri pada masa itu

"Saya masuk Akabri pelajaran paling pertama aljabar, pelajaran kedua kimia organik dan selanjutnya," tuturnya.

‎Namun, dirinya sadar bahwa pelajaran matematika tersebut sangat berguna bagi dirinya dalam menjalani pertempuran di medan perang.

Hal itu dikarenakan dalam pertempuran di medan perang dibutuhkan kemampuan dalam membaca koordinat sudut ataupun peta lokasi.

"Kalau nggak ngerti matematika nggak bisa baca peta. Karena peta itu bacanya pakai koordinat, membaca sudut," ujarnya.

‎Prabowo pun mendorong agar pemerintah mampu menghasilkan sarjana matematika untuk kemajuan suatu bangsa.

Karena di negara maju seperti Cina ataupun Amerika Serikat setiap tahunnya selalu menghasilkan banyak sarjana di bidang matematika.

"‎Setiap tahun RRT (Cina) hasilkan 1,3 juta sarjana matematika. Amerika 300.000. Dan saya tidak berani tanya Indonesia berapa," katanya.

Editor: rida
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved