Masyarakat Datangi Kantor PLN Kuala Tungkal
Sejumlah masyarakat melakukan unjuk rasa di Kantor PLN Rayon Kuala Tungkal. Warga masyarakat ini mengeluhkan tidak stabilnya tegangan arus listrik da
Penulis: Hendri Dunan | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, TUNGKAL – Sejumlah masyarakat melakukan unjuk rasa di Kantor PLN Rayon Kuala Tungkal. Warga masyarakat ini mengeluhkan tidak stabilnya tegangan arus listrik dan masih adanya tiang listrik dari kayu.
Sejumlah masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PLN Rayon Kuala Tungkal, Senin sekira pukul 09.00wib. (18/09/17). Puluhan masyarakat datang dari jalan Kapten Darham Kelurahan Tungkal IV Kota Kecamatan Tungkal Ilir menuju Kantor PLN Rayon Kuala Tungkal Jalan Beringin Kelurahan Patunas Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjab Barat.
Masyarakat yang dikoodinatori oleh Sudirman ini menyuarakan tuntutan terhadap pelayanan PLN selama ini. Mereka menuntut pihak PLN bertanggungjawab untuk menormalkan tegangan listrik. Membangun gardu induk (GI) dan mengganti tiang listrik yang masih menggunakan kayu.
"Tegangan listrik yang tidak stabil dan sudah berlangsung cukup lama banyak mengakibatkan perangkat elektronik masyarakat rusak. Kegiatan belajar dan pelaku ekonomi ikut terganggu karena seringnya pemadaman listrik,”ungkap Sudirman.
Aksi masyarakat ini sendiri ke Kantor PLN Rayon Kuala Tungkal dijaga oleh puluhan anggota dari Polres Tanjab Barat, Polsek Tungkal Ilir, Kodim 0419/Tanjab dan Satpol PP Tanjab Barat.
Lalu, sekira pukul 09.30 wib Perwakilan Masyarakat diterima oleh Kepala PLN Rayon Kuala Tungkal. Dan dilanjutkan dengan dialog yang langsung dipimpin oleh Kepala PLN Rayon Kuala Tungkal, Budi Setiawan.
Terkait tuntutan tersebut, Budi Setiawan mengatakan bahwa untuk menstabilkan dan menaikan tegangan listrik, pihaknya akan mengoperasikan kembali PLTG yang terletak di Desa Pematang Lumut. Adapun tuntutan terhadap pembangunan GI di Kabupaten Tanjab Barat, dijelaskannya hal tersebut bukan merupakan kewenangan dari PLN Rayon Kuala Tungkal tapi Kewenangan dari PLN Pusat yang bekerjasama dengan Pemda Tanjab Barat.
“Menurut kabar yang kami dapat GI itu akan dibangun tahun 2018,”katanya.
Lalu, terkait dengan tiang listrik yang masih terbuat dari kayu seperti di Jalan Panglima PLN Rayon Kuala Tungkal akan berencana melakukan perawatan dan penggantian dengan menggunakan tiang beton.
Budi sendiri mengatakan bahwa tuntutan masyarakat tersebut salah satu bentuk penyampaian keluhan dari masyarakat terkait kondisi kelistrikan di Kuala Tungkal yang belum optimal. Maka dari itu, dirinya menyampaikan permohonan maaf dan akan terus berupaya memperbaiki semuanya.