Ini Proyek yang Disorot Gusriyandi
Gusriyandi Rifai selaku anggota komisi III DPRD Bungo menyoroti beberapa kontraktor yang didaftar hitamkan tapi masih juga digunakan. Hasilnya menuru
Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: rida
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Gusriyandi Rifai selaku anggota komisi III DPRD Bungo menyoroti beberapa kontraktor yang didaftar hitamkan tapi masih juga digunakan.
Hasilnya menurut Gusriyandi banyak proyek yang telat dan belajar dari proyek yang disoroti komisi III.
"Komisi 3 juga memantau kerja yg di RSUD Bungo dan pasar rantau ikil untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu kalau tidak selesai tepat waktu harus di beri sanksi pembayaran denda sesuai aturan berlaku dan di beri sangsi teguran keras," katanya, pada Minggu (17/9).
Dia menyebutkan proyek di pasar rantau ikil juga baru mulai bekerja. Padahal kontraknya kata Gusriyandi sejak Maret lalu," ungkapnya.
Gusriyandi mengungkapkan pemkab harus belajar dari tahun-tahun sebelumnya. Dia menyebut proyek Rumah Sakit Umun Daerah Bungo, pemegang proyk RSUD ini, kata Gusriyandi, adalah kontraktor yang tidak menyelesaikan proyek bandara pada periode sebelumnya.
Banyaknya proyek fisik yang tidak selesai membuat Gusriyandi Rivai geram.
Selain itu Gusriyandi juga mengingatkan pemerintah kabupaten agar tidak asal memblacklist atau mendaftarhitamkan kontraktor begitu saja.
"Harus ada sanksi blacklist dikirim ke asosiasi supaya tidak bisa ikut tender di bungo lagi," katanya.
"Kalau cuma blacklist tapi tahun depan kontaktor yang sama memegang proyek oemkab lagu, sama saja nanti hasilnya," ungkapnya, pada Minggu (17/9).
Ketua umum PDIP Bungo ini menyarankan agar pemkab benar-benar serius menindak kontraktor yang kerja asal-asalan. Seperti melaporkan asosiasinya atau indakan tegas lainnya.
Banyaknya proyek fisik yang tidak selesai membuatnya geram.
Selain itu Gusriyandi juga mengingatkan pemerintah kabupaten agar tidak asal memblacklist atau mendaftarhitamkan kontraktor begitu saja.
"Harus ada sanksi blacklist dikirim ke asosiasi supaya tidak bisa ikut tender di bungo lagi," katanya.
"Kalau cuma blacklist tapi tahun depan kontaktor yang sama memegang proyek oemkab lagu, sama saja nanti hasilnya," ungkapnya, pada Minggu (17/9).
Ketua umum PDIP Bungo ini menyarankan agar pemkab benar-benar serius menindak kontraktor yang kerja asal-asalan. Seperti melaporkan asosiasinya atau indakan tegas lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18092017_proyek_20170918_145339.jpg)