Breaking News:

Hilal Ingatkan BPBD Harus Koordinasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sarolangun mengganggarkan Rp 36 milyar untuk pelaksanaan proyek pembangunan pasca bencana.

Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: rida
TRIBUNJAMBI/HERUPITRA
Wakil Bupati Sarolangun, Hilallatil Badri meminta PNS mundur dari pekerjaannya jika tak mampu berkerja. Hal itu disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah OPD, Jumat (26/5). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sarolangun mengganggarkan Rp 36 milyar untuk pelaksanaan proyek pembangunan pasca bencana.

Seperti pembangunan turap di Pasar Pelawan, jembatan gantung di Gurun Mudo yang putus akibat bencana alam, dan lainnya.

Dalam rapat rencana aksi rehabilitasi dan rekrontruksi pesca bencana, di ruang pola kantor bupati Sarolangun, Kamis (14/9) kemarin, Wakil Bupati Sarolangun, Hillatil Badri minta pihak BPBD untuk berkoordinasi dengan dinas teknis dan instansi terkait melalui program yang telah ada.

“Jangan sampai terjadi tumpang tindih dari program yang ada,” katanya.

Sebab, lanjut Hilal, ia melihat ada beberapa agenda program yang diusulkan BPBD seperti pembangunan jembatan, jalan juga menjadi program dinas lainnya.

“Jadi jangan nanti dinas PU mengusulkan dari BPBD juga mengusulkan, terjadi tumpang tindih, harus berkoordinasi dengan dinas teknis,” terang Hilal.

Ia juga menekankan pada dinas PU dan juga instansi yang memiliki program yang sama dengan BPBD agar dapat membantu dalam perencanaannya, dan juga perhitungan untuk pengerjaan proyek.

Sebab pihak BPBD menurut Hilal tidak memiliki tenaga teknis untuk menghitung rancangan pembangunan yang diprogramkan.

“Sementara syarat untuk pembangunan harus ada perencanaan yang memerlukan perhitungan matang,” pungkas wabub.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved