Hari Kunjung Perpustakaan, Ini Penyebab Buku Kurang Eksis
Pepatah mengatakan buku adalah jendela dunia. Bahkan ada yang mengatakan jika kamu mau mengenal dunia maka membacalah, jika kamu ingin dikenal dunia m
Penulis: Nurlailis | Editor: rida
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pepatah mengatakan buku adalah jendela dunia. Bahkan ada yang mengatakan jika kamu mau mengenal dunia maka membacalah, jika kamu ingin dikenal dunia maka menulislah.
Sedemikian berharganya buku sebagai mata dunia.
Tahukah kamu, bahwasanya 14 September adalah Hari Kunjung Perpustakaan, dan Bulan September adalah Bulan Gemar Membaca? Pencanangan ini dimulai sejak tahun 1995 oleh Presiden Soeharto.
Tujuannya, tak lain untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia yang tergolong masih rendah.
Bagaimana geliat membaca di daerah Jambi sendiri. Anggota Komunitas Jari Menari, Yanda, mengatakan minat baca saat ini di zaman kekinian tidaklah seperti orang-orang terdahulu.
"Di saat telepon pintar belum ada, orang-orang lebih suka membaca buku, karena buku di anggap sebagai salah satu hiburan di zaman dulu. Sedangkan saat ini, minat baca buku telah di gantikan dengan minat membaca status dan berita di social media, sehingga buku menjadi kurang eksis di kalangan tertentu," ujarnya.
Untuk cara menumbuhkan minat baca, menurutnya sangat efektif jika hal itu dilakukan atau dibantu oleh keluarga. Karena keluarga adalah orang-orang terdekat yang ada di dalam hidup. Baru setelahnya adalah kehidupan sosial.
"Terutama untuk anak-anak, mereka harus dibiasakan membaca buku sejak kecil, agar ketika mereka sudah besar mereka akan suka membaca, terutama baca buku," ungkap Yanda.
Mengenai hari berkunjung ke perpustakaan, menurutnya saat ini masyarakat, siswa, mahasiswa, ke perpustakaan hanya ketika mereka membutuhkan buku dalam mengerjakan tugas sekolah atau kampus.
Atau bahkan hanya sekedar menikmati fasilitas wifi yang tersedia di perpustakaan tersebut.
Menurut Yanda cara mengupayakan agar tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan meningkat, bisa di lakukan dengan membuat inovasi-inovasi baru di dalam perpustakaan itu sendiri, seperti membuat iklan di televisi, sehingga masyarakat tahu apa saja yang bisa kita lakukan di perpustakaan.
"Mungkin dengan hal tersebut masyarakat akan lebih suka ke perpustakaan dibandingkan ke Mall," ucapnya.
Sementara Iin Rahmawati, wanita yang sedang pengabdian untuk SAD Batanghari ini mengatakan minat baca itu secara umum sudah mulai membaik karena banyak kegiatan-kegiatan positive yang mendukung minat baca saat ini.
"Utamanya di daerah Jambi sudah ada beberapa kegiatan sosial berupa rumah baca yang menitik beratkan pada kegiatan-kegiatan peningkatan minat baca," ujarnya.
Menurutnya untuk menumbuhkan minat baca itu sendiri jangan hanya mengandalkan komunitas, tetapi tetap ada usaha untuk menciptakan atmosfer membaca itu dirumah dan juga sekolah yang mana kedua tempat ini punya andil yang besar dalam meningkatkan keinginan atau motivasi membaca anak utamanya pada generasi milenial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/14092017_buku_20170914_091547.jpg)