Warga Lapor Pencemaran Lingkungan, Juga Minta CSR dan Pengangkatan Warga Jadi Karyawan

Sejak tahun 2016 sudah ada enam laporan pengaduan di pos pengaduan kasus lingkungan hidup di Dinas Lingkungan

Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI/HE
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Sejak tahun 2016 sudah ada enam laporan pengaduan di pos pengaduan kasus lingkungan hidup di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo. Sedangkan pada 2017 baru ada 1.

Tiga dari lima pengaduan terbukti pada 2016. Pertama adanya ikan mati karena limbah cair dari PT Megasawindo di Kecamatan Pelapat. Perusahaan tersebut telah diberikan sanksi administratif berupa teguran tertulis.

Teguran ini berdasarkan SK Bupati Bungo nomor 69/KLH tahun 2016. Pada 9 Februari DLH bersama DPR Bungo kembali meninjau dan perusahaan telah melaksanakan kewajibannya.

Selanjutnya PT Bungo Suko Menanti di Kecamatan Jujuhan yang merupakan pabrik sawit. Pengaduan berisi soal asap proses produksi. Kelanjutan dari pengaduan adalah adanya mediasi antara masyarakat dan perusahaan yang difasilitasi KLH dan bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat daerah Kabupaten Bungo.

Hasilnya perusahaan diwajibkan meninggikan cerobong boiler. Diwajibkan lebih tinggi dari bangunan lain dan wajib mengeluarkan CSR pada masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

Terakhir PT Budi Nabati Perkasa mendapatkan teguran tertilis SK Bupati Bungo nomor 69/KLH tahun 2016 pada 9 Februari 2016. DLH kemudian melakukan uji kualitas limbah cair dan hasilnya diatas baku mutu. Meskipun begitu setelah diberikan teguran perusahaan melaksanakannya pada 2016.

Pada 2017 semester pertama baru ada 1 pengaduan. Lokasi pengaduan berada di PT Bina Mitra Makmur kecamatan Bathin II Bebeko. Perusahaan ini memilik pabrik sawit yang limbah cairnya dibuang ke sungai dan danau.

Dalam laporan hasil verifikasi DLH ternyata tidak ditemukan pencemaran. Masyarakat hanya menuntut perusahaan agar dapat memberikan CSR lebih dan mengangkat masyarakat sekitar untuk menjadi karyawan.

David selaku kepala bidang pengaduan pencemaran lingkungan mengatakan masyarakat bisa mengadukan pencemaran lingkungan di lingkungannya.

“Setelah memasukkan laporan, kami akan verifikasi ke lapangan,” katanya, pada Kamis (7/9).

Jika tidak terbukti laporan tidak akan dilanjutkan. Namun, jika terbukti maka pelaku akan diberi sanksi, baik perusahaan atau
perorangan.

“Masyarakat bisa melaporkan ke sini,” katanya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved