Petani Keliling Danau Merasa Pembangunan Sumur Bor tak Bermanfaat

Kondisi ini dikeluhkan petani, sebab mereka bingung cara mengoperasikan sumur bor yang dibangun 2015 lalu oleh Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultural

Petani Keliling Danau Merasa Pembangunan Sumur Bor tak Bermanfaat
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Ilustrasi sumur bor 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Pembangunan sumur bor disawah ternyata terkesan -sia-sia. Seperti sumur bor yang dibangun di beberapa desa di kacamatan Danau Kerinci, namun hingga sebagian petani saat ini belum bisa merasakan manfaatkan sumur bor yang dibangun oleh Dinas Tanaman Pangan dan holtikuktural kabupaten Kerinci.

Keterangan yang diperoleh dari petani pembangunan sumur bor dibeberapa titik di kecamatan Keliling Danau tidak ada mesin untuk menarikan air, agar bisa mengaliri sawah petani saat musim kemarau melanda.

Kondisi ini dikeluhkan petani, sebab mereka bingung cara mengoperasikan sumur bor yang dibangun 2015 lalu oleh Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultural kabupaten Kerinci tersebut.

"Sumur bor yang dibangun dua tahun lalu itu, belum bisa kami rasakan manfaatnya. Padahal, sawah kami sering terjadi kekeringan tapi kami tidak bisa menggunakannya, " kata Marjohan seorang petani kecamatan Keliling Danau kemarin (7/9).

Dia menyebutkan, petani tak tahu cara mengoperasikan, sebab mesin untuk menarikan air di lokasi persawahan petani tidak ada mesinnya. "Bagaimana mau mengfungsikan sumur itu mensinnya saja tidak jelas keberadaanya, yang ada itu hanya bak penampungan air saja di sawah," ungkapnya.

Dia menyebutkan di kecamatan Keliling danau terdapat Lima sumur bor yang dibangu pemerintah kabupaten Kerinci melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikuktural. "Tapi tidak bisa difungsikan hingga saat ini, hanya ada bak penampungan saja yang ada di dalam sawah, "katanya.

Bahkan, pihaknya sangat khawatir jika tejadinya musim kemarau, sebab intensitas hujan di kabupaten Kerinci beberapa waktu terakhir ini berkurang. Sehingga membuat petani kesulitan menggarap lahan persawahanya. "kita berharap dinas terkait untuk dapat mengecek ke bawah agar bisa dimanfaatkan sumur bor itu, karena irigasi semakin terbatas saat ini," harapnya.

Sementara itu, kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultural, kabupaten Kerinci, Radium Halis saat dikonfimasi mengatakan belum menerima laporan tersebut. Namun pihaknya mengecek ke lapangan. "Belum, nanti kita akan turun dan cek,"singkatnya.

Penulis: hendri dede
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved