Kekeringan Landa 11 Kabupaten di NTT

Sebanyak 11 Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kekeringan akibat musim panas yang berkepanjangan.

Kekeringan Landa 11 Kabupaten di NTT
TRIBUN JAMBI/Hanif Burhani
Tanah terlihat retak akibat kekeringan. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUPANG - Sebanyak 11 Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kekeringan akibat musim panas yang berkepanjangan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT Tini Tadeus mengatakan, pihaknya sudah menerima proposal dari 11 kabupaten tersebut untuk penanganan kekeringan.

Tadeus menjelaskan, 11 kabupaten yang mengalami kekeringan dan sudah mengajukan proposal, yakni Kabupaten Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Rote, Sabu, Sumba Timur, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya (SBD).

"Baru 11 kabupaten yang mengajukan proposal dan yang lain masih menyusul," kata Tadeus kepada Kompas.com, Sabtu (2/9/2017) pagi.

Warga mengantre bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Risiko Bencana (BPBD) Banjarnegara, Kamis (31/8/2017).(KOMPAS.com/Dok Humas BPBD Banjarnegara)
Warga mengantre bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Risiko Bencana (BPBD) Banjarnegara, Kamis (31/8/2017).(KOMPAS.com/Dok Humas BPBD Banjarnegara) ()

Menurut Tadeus, proposal yang sudah disetujui, yakni dari Kabupaten Flores Timur sebesar Rp 431 juta.

Anggaran itu berasal dari dana siap pakai (DSP) kekeringan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Proposal kabupaten yang lain, masih berproses di BNPB di Jakarta. Sementara untuk kabupaten dan kota yang sementara droping air dari biaya APBD tahun 2017, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Sumba Barat,"sebutnya.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya kata Tadeus sudah mengimbau kepada kabupaten dan kota untuk mengambil langkah dalam menghadapi bencana kekeringan tahun ini.

Editor: suci
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved