Rabu, 29 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Dicueki Istana karena Hina Ibunda Jokowi, Jonru: Alhamdulillah

Aktivis media sosial Jonru Ginting bisa bernafas lega. Sejumlah desakan agar ia dipolisikan karena dianggap menghina ibunda Presiden RI Joko Widodo di

Penulis: rida | Editor: rida

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Aktivis media sosial Jonru Ginting bisa bernafas lega. Sejumlah desakan agar ia dipolisikan karena dianggap menghina ibunda Presiden RI Joko Widodo dicueki istana.

Hal itu dikatakan Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki.

"Masak Presiden ngurusin Jonru? Masak Presiden nanggepin Jonru?" ujar Teten di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (30/8/2017) siang.

Mengetahui tanggapan ini melalui akun facebooknya Teten nampak bersyukur. Ia mengatakan Alhamdulillah dan menyindir orang-orang yang ingin mempidanakannya.

"Ternyata Seperti Inilah Endingnya. Alhamdulillah. Wahai Para Cebong. Kalian kan SELALU NURUT pada semua ucapan Jokowi. Kalau Jokowi Sang Junjungan Ente itu sudah menganggap bahwa Jonru gak perlu diurus, jadi ngapain kalian masih sibuk aja ngurusin Jonru?," tulisnya

 

Teten Masduki sendiri merasa yakin, masyarakat Indonesia sudah pintar. Masyarakat tidak akan percaya apa yang diungkapkan Jonru soal ketidakjelasan asal usul orangtua Presiden.

"Lagipula ya, siapa juga yang percaya dengan tudingan tanpa dasar semacam itu," tutur dia.

Teten menegaskan bahwa asal usul orangtua Presiden Jokowi sangat jelas. Hal tersebut bisa dicek di kantor pemerintah.

Diketahui, pengakuan Jonru itu diungkapkan ketika menjadi salah satu narasumber di salah satu tayangan televisi nasional, Selasa (29/8/2017) malam.

Awalnya, politikus Partai Nasdem Akbar Faizal yang juga menjadi narasumber bertanya kepada Jonru soal kebenaran unggahannya yang menyebut asal usul orangtua Jokowi tidak jelas. Jonru mengiyakannya.

Akbar lalu langsung menyarankan polisi menindaklanjuti pengakuan Jonru tersebut. Video percakapan Akbar dengan Jonru itu pun viral di media sosial dan banyak desakan yang mendukung Akbar agar Jonru dipolisikan.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved