Sidang Korupsi Pembangunan Ruang Kelas SMA 2 Kota Jambi, Kuasa Hukum: Tuntutan 2 Tahun Terlalu Berat

Kuasa hukum Wansirman, Joshep Arjuna dikonfirmasi mengatakan tuntutan dari Jaksa dinilai terlalu memberatkan.

Sidang Korupsi Pembangunan Ruang Kelas SMA 2 Kota Jambi, Kuasa Hukum: Tuntutan 2 Tahun Terlalu Berat
TRIBUNJAMBI/DEDI NURDIN
Mantan Kepsek SMA 2 Kota Jambi yang juga terdakwa korupsi pengadaan Ruang Kelas Baru tahun 2013 Baca Nota Pembelaan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kuasa hukum Wansirman, Joshep Arjuna dikonfirmasi mengatakan tuntutan dari Jaksa dinilai terlalu memberatkan. Yakni penjara 2 tahun denda 50 juta subsider satu tahun penjara.

Ini dikatakan Joshep saat dikonfirmasi usai persidangan di pengadilan negeri tindak pidana korupsi (Tipikor) Jambi yang berlangsung pada Rabu (30/8/2017) sore.

"Padahal inikan hanya kesalahan administrasi, tidak ada niat sama sekali dari klien saya untuk melakukan korupsi," kata Juna.

"kalau dilihat bangunannya bagus, malah ada terdapat wc dua buah. Kami berharap klien kami dibebaskan,"katanya usai sidang.

Seperti diketahui Wenzirman, mantan kepala sekolah SMA Negeri 2 Kota Jambi dan Derisnel selaku bendahara sekolah didakwa dalam kasus dugaan korupsi pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMA 2 tahun 2013.

Kasus ini bermuara dari dan bantuan sosial dari kementrian pendidikan sebesar 2 milyar rupiah. Ditambah dengan dana sharing komite sekolah sebanyak Rp 100 juta.

Dalam perkara ini, berdasarkan audit yang dilakukan BPK Perwakilan Provinsi Jambi, kerugian negara adalah Rp 415.103.950.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved