Jumat, 17 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kasus Korupsi E KTP

Telisik Peran Setya Novanto Dalam Korupsi E-KTP, KPK Periksa 7 Saksi

‎Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (23/8/2017) memeriksa tujuh saksi terkait kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Setya Novanto.

Editor: Suci Rahayu PK
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa di Jakarta, Jumat (14/7/2017). Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik ( e-KTP). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - ‎Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (23/8/2017) memeriksa tujuh saksi terkait kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Setya Novanto.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan ketujuh saksi itu berasal dari beragam unsur.

Mereka diperiksa untuk mendalami peran Setya Novanto.

Selain itu, pemeriksaan maraton kepada para saksi dalam rangka melengkapi berkas penyidikan Ketua DPR RI tersebut.

Saksi yang diagendakan diperiksa di antaranya Malyono Mawar, mantan PLT Sekretaris Direktorat Jenderal administrasi Kependudukan Departemen Dalam Negeri.

Kemudian Iman Bastari, mantan Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, dan Wahyuddin Bagenda, anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

Saksi lainnya yang juga diperiksa ialah Fanny Inkiriwang, karyawan swasta, Yuniarto, direktur Produksi Perum Percetakan Negara RI, Irman, mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri.

"Kemudian Mudji Rachmat Kurniawan, Komisaris PT Softorb Technology Indonesia‎," kata Febri.

Atas kasus ini, penyidik telah banyak memeriksa saksi. Mereka diantaranya Dosen Institut Tekhnologi Bandung, yakni Dr Ing Mochamad Sukrisno Mardiyanto dan Maman Budiman.

Saksi lainnya yaitu Arief Sartono, PNS Badan Pengkajian dan Penerapan teknologi, Pringgo Hadi Tjahyono, PNS Ditjen Dukcapil dan Nur Efendi, Kepala Bagian Fasilitas Pelayanan Publik PT Sucofindo.

Pekan sebelumnya, ‎sejumlah saksi juga telah diperiksa, mereka ialah ‎kakak pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong Dedi Priyono, keponakan Setnov Irvanto Hendra Pambudi.

Kemudian mantan Ketua DPR Ade Komarudin hingga pejabat Ditjen Kemendagri Drajat Wisnu Setyawan turut diperiksa kembali oleh penyidik.

Setya Novanto sendiri belum diperiksa maupun ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Mereka adalah mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman, Direktur Data dan Informasi Kemendagri, Sugiharto.

Kemudian pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Ketua DPR Setya Novanto, dan anggota DPR dari Fraksi Golkar, Markus Nari.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved