Waspada Jalan Pengasi-Tamiai Macet, Ini Penyebabnya
Aktivitas pelaksanaan proyek pembangunan tembok penahan tanah yang berlokasi di bibir jalan di Desa Pengasi, Kecamatan Batang Merangin, kembali member
Penulis: hendri dede | Editor: rida
KERINCI, TRIBUN - Aktivitas pelaksanaan proyek pembangunan tembok penahan tanah yang berlokasi di bibir jalan di Desa Pengasi, Kecamatan Batang Merangin, kembali memberikan dampak yang kurang baik.
Dimana lokasi pelaksanaan proyek, sempat membuat jalan yang menghubungkan Desa Pengasi dengan Desa Tamiai macet.
Informasi yang berhasil dihimpun Tribun, macet terjadi di Desa Pengasi terjadi semenjak Selasa pagi (22/8), yang diakibatkan proses pelebaran jalan yang dilaksanakan oleh proyek Provinsi.
Sehingga, tanah yang ditimbun di kiri-kanan badan jalan, ditambah dengan cuaca yang tidak bersahabat,dikeranakan wilayah Kabupaten Kerinci diguyur hujan. Mengakibatkan, ruas jalan Provinsi tersebut menjadi becek dan berlumput.
Zukiar, warga yang melintasi jalan tersebut mengatakan, bahwa akibat dari pelebaran jalan tersebut, arus lalu lintas sempat mengalami macet dari Pagi hingga siang harinya.
"Ado pelebaran jalan, jadi kondisi jalan terkena tanah dan becek. Untuk lewat, mobil truck terpaksa lewat melakukan sistem antri," ungkapnya
Hal senada dikatakan Edi, salah seorang warga Desa Pengasi. Dikatakannya, sebelumnya lokasi tersebut merupakan lokasi pertambangan tanah untuk timbunan pondasi rumah dari masyarakat setempat.
Saat ini dilokasi tersebut, juga tengah dilaksanakan proyek pembangunan pelebaran jalan dilokasi pengasi. Sehingga membuat bagian tebing menjadi sangat condong, sehingga membuat jalan menjadi ambruk.
Akibat dari ambruknya tebing jalan tersebut, lalu lintas menjadi terhambat. Karena material longsor yang berstrukutr tanah liat, membuat jalan menjadi licin.
"Pengguna jalan terpaksa turun dari motornya pas berangkat kekantor, karena jalannya licin," terangnya.
Sementara Kasi Tanggap Darurat dinas PU Kabupaten Kerinci, Junaidi mengatakan jalan tersebut merupakan pelebaran jalan oleh proyek pemerintah provinsi Jambi.
Pihaknyanya sudah menyampaikan ke kontraktor agar cepat melakukan evakuasi tanah yang menutup badan jalan.
"Sudah saya sampaikan sesuai kewenangan kita. Karena itu jalan provinsi, jadi alat beat juga siaga disitu untuk menyingkirkan tanah yang sampai kejalan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/22082017_longsor8_20170822_151352.jpg)