Pendaki Tunawicara Tewas di Puncak Gunung Lawu, Ternyata Ini Penyebabnya

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Sularno yang ditemukan tewas di puncak Gunung Lawu

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO
Willem Sigar Tasiam (58) siap-siap mendaki Gunung Lawu melalui jalur pendakian Cemoro Sewu, Jawa Timur, Jumat (13/5/2016) sore. (KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO) 

TRIBUNJAMBI.COM - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Sularno yang ditemukan tewas di puncak Gunung Lawu, Selasa (22/8/2017) malam.

Diduga pendaki tunawicara asal Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, itu meninggal lantaran terserang hipotermia.

"Tadi jenazah korban berhasil dievakuasi dari puncak dan tiba di pintu pendakian Cemorosewu Magetan malam. Usai tiba di Cemorosewu, jenazah diserahkan kepada tim DVI Polres Magetan untuk divisum. Diduga pendaki asal Jawa Tengah itu meninggal karena terserang hipotermia " ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra, Selasa ( 22/8/2017) malam.

Ferry mengatakan, evakuasi jenazah korban melibatkan satu tim terdiri anggota BPBD Magetan, Paguyuban Giri Lawu Jatim, Anak Gunung Lawu, Sabhara Polres Magetan dan Basarnas Pos SAR Trenggalek.

Hasil pemeriksaan visum tim DVI Polres Magetan, kata Fery, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga sudah meninggal 12 jam lalu saat ditemukan pendaki.

Setelah diotopsi, lanjut Fery, jenazah diserahkan kepada keluarga korban.

"Tadi jenazahnya diserahkan kepada keluarga dan dibawa menggunakan ambulans menuju Karanganyar," kata Fery.

Sebelum ditemukan meninggal, korban sudah meminta izin keluarga selama tujuh hari mendaki di Gunung Lawu. Korban sendiri sudah sering mendaki Gunung Lawu.

"Korban merupakan tunawicara dan memiliki ciri khusus lain seperti rambut panjang serta kaki sebelah kanan cidera," kata Fery.

Editor: bandot
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved