Warga Anggap Bakar Lahan Sudah Tradisi

Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutlah) akan terus mengancam Jambi, pasalnya hingga saat ini masyarakat masih menggunakan cara membakar untuk membuka

Penulis: Muzakkir | Editor: rida
ANTARA FOTO/ASWADDY HAMID
30052016_KEBAKARAN HUTAN 

Laporan Wartawan Tribunjambi, Muzakkir

JAMBI, TRIBUN -- Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutlah) akan terus mengancam Jambi, pasalnya hingga saat ini masyarakat masih menggunakan cara membakar untuk membuka lahan.

Tak ada cara lain yang mereka lakukan selain membakar, jika perusahaan membuka kebun dengan menggunakan alat berat. Kalau masyarakat, boro-boro mau sewa alat berat, untuk modal pembibitan saja terkadang mereka harus mikir keras.

Seperti diungkapkan oleh Arman Masyarakat Tebo, katanya, cara membakar merupakan cara yang telah diajarkan oleh nenek moyang mereka, dan itu sudah menjadi tradisi.

"‎Dak biso kalu dak dibakar, kayu-kayu tu dak mungkin dibiarin tegeletak ditengah lahan tu," kata Arman.

Namun Arman menyebut ia dan keluarga tidak membakar lahan ketika panas yang lama atau kemarau. Kalaupun panas, ia membakarnya dengn sistem memetak-metakan lokasi, misal setengah Hektar sekali bakar, kemudian dibikin parit.

"Jadi apinyo cuman sebatas parit itu bae," kata Arman. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved