Workshop
Finalis Top Ten Master Chef Asia Sharing Pengalaman di Workshop Snack Industry
Finalis top ten master chef Asia, Vonny Dwi Lestari, menceritakan pengalamannya selama menjadi chef. Cerita ini di sharingkan saat workshop snack ind
Penulis: Nurlailis | Editor: Suci Rahayu PK
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Finalis top ten master chef Asia, Vonny Dwi Lestari, menceritakan pengalamannya selama menjadi chef. Cerita ini di sharingkan saat workshop snack industry yang diselenggarakan Ciputra Creativity Forum (Cityfor), Selasa (15/8).
Peserta workshop yang terdiri dari mahasiswa fakultas ekonomi Unja diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan.
Vonny menceritakan ia mulai masuk dapur dari usia 3 tahun. "Bantu ngerecokin aja sebenernya tapi sering didapur," kenangnya.
Semenjak ayahnya meninggal ia jadi jarang memasak lagi karena yang membuatnya senang memasak adalah kebersamaan bersama ayahnya.
Saat SMA, ia memiliki pacar. Chef yang berusia 22 tahun ini memberikan kue kepada sang pacar. Ia mengaku bahwa ia lah yang membuatnya padahal membelinya di toko.
Beberapa waktu setelahnya sang pacar meminta dibuatkan kue kembali. "Waduh abis nih uang jajan kalo beli terus," ucapnya. Sejak itulah ia mulai membuat kue dan menurut sang pacar itu enak.
Peserta pun heboh merespon cerita dari chef kelahiran Bali ini. Selain itu ia juga memiliki bisnis bidang kuliner yang memiliki omset Rp 30 juta perminggu.