Kesbangpol Deteksi Ada Pengikut ISIS di Kerinci

Paham radikal seperti ISIS ternyata terdeteksi adanya pengikut paham ini di Kabupaten Kerinci. Keberadaan pengikut aliran keras ini

Kesbangpol Deteksi Ada Pengikut ISIS di Kerinci
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Paham radikal seperti ISIS ternyata terdeteksi adanya pengikut paham ini di Kabupaten Kerinci. Keberadaan pengikut aliran keras ini terus ditindak oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jambi dan pihak terkait.

"Kalau dari cikal bakal ada, itu ada dulu oknum yang terlibat di dalam organisasi Isis. Jumlah dan orangnya masih diselidiki, tapi sudah ada terdeteksi. Dan itu semua dipetakan di Kesbangpol yang ditangani bidang konflik," kata Benny Sunyaman Kasubag Kesbangpol Jambi dalam Seminar Wawasan Kebangsaan oleh G'SPRO Suci di Hotel Mahkota baru -baru ini.

Dia mengatakan sejumlah kawasan di Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Kerinci yang titik rawan aliran atau paham radikal terus dilakukan pemantauan.

Dikatakan Benny, selain pengikut Isis yang terdeteksi juga pengikut HTI yang belum lama ini organiaasi HTI sudah dibubarkan pemerintah RI. Dia mengatkan untuk HTI juga banyak terdapat di Provinsi Jambi.

Bahkan ada kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah menjadi pengikut HTI. Ini nanti, kata dia, akan dilakukan pendataan kembali. Agar diberikan upaya proses tindak lanjut.

"Selain itu HTI di Provinsi Jambi juga ada. Data HTI di Kerinci sementara belum ada, dan dari PNS atau ASN yang terlibat di dalam HTI ada di Provinsi Jambi," tambahnya.

Dia mengatakan upaya Kesbangpol dalam menindak keberadaan organisasi HTI maupun Isis saat ini sedang dilakukan. Satu diantaranya melalui berbagai kegiatan untuk memperkokoh karakter anak bangsa. Agar mampu menangkal pengaruh negatif dari paham manapun.

Bahkan sebagai pembentukan karakter anak bangsa, Pemerintah Provinsi Jambi telah membiayai Ormas yang ada. "Tahun ini ada 13 Ormas yang dibiayai yang diberikan Pemprov dana untuk melaksakan seminar, dialog atau kegiatan apapun dalam menguatkan karakter bangsa agar tidak memudar," katanya

Dia menyampaikan agar setiap generasi muda diminta mengamalkan nilai Pancasila dan mengamalkan keutuhan NKRI. Serta terhindar dari paham radikal yang menyesatkan dari pengaruh globalisasi yang tidak mencerminkan etika dan budaya dalam republik ini.

Ketua Orsos G’SPRO Suci Aidilnizar menambahkan dengan usaha salah satunya kegiatan seminar wawasan kebangsaan diharapkan dapat menumbuhkan dan menyegarkan kembali pemahaman masyarakat secara luas tentang wawasan kebangsaan. Globalisasi dan kemajuan teknologi informasi telah mengubah pembelajaran masyarakat, yang dulu didapat mungkin dari sekolah melalui orang tua, tapi sekarang anak-anak kita bisa mendapat informasi ataupun ideologi yang lain langsung ketika membuka internet. "Makanya, ini adalah setitik upaya kita bersama untuk kembali menumbuhkan kesadaran pemahaman dan pengalaman Pancasila yang sudah luntur,” katanya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved