Syaihu Anggap Lukman Tak Bagus

Banyaknya orangtua yang menginginkan anaknya masuk SD Negeri 64/VII Sukasari II Sarolangun , meski sekolah ini dalam

Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/TEGUH SUPRAYITNO

Laporan Wartawan Tribun Teguh, Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN – Banyaknya orangtua yang menginginkan anaknya masuk SD Negeri 64/VII Sukasari II Sarolangun , meski sekolah ini dalam kondisi memprihatinkan.

Orangtua di Kelurahan Sukasasi cukup punya alasan. Sekolah yang dibangun di samping pemakaman umum kelurahan Sukasari pernah meraih penghargaan sebagai Adi Wiyata Mandiri Nasional pertama di Provinsi Jambi.

Selain itu, SD N 64/VII Sukasari II juga pernah menjadi juara II sebagai sekolah sehat tingkat provinsi dan Kalpataru tingkat provinsi.

Namun sayang, kondisi sekolah ini tak seperti prestasi yang ditorekannya. Gedung sekolah yang mulai rusak dan ruang kelas yang tak lagi cukup untuk menampung anak didik, menjadi masalah pelik para guru di sana.

Ironisnya, tak ada bantuan pemerintah meski berjarak kurang dari 5 kilometer dari kantor Dinas Pendidikan Sarolangun.

 “Berarti diknas tidak memperhatikan pendidikan, hanya mikir duit saja. Kinerja kepala dinas tidak bagus, lebih baik mundur saja, ketimbang dimundurkan,” kata Syaihu, Ketu DPRD Sarolangun, Kamis (3/8).

“Menurut saya gak bagus, masak sudah seumur-umur tidak mau berhenti,” imbuhnya.

Sebelumnya, pihak sekolah telah melayangkan permohonan penambahan bangunan untuk ruang belajar pada dinas Pendidikan, namun hingga kondisi ruang sekolah rusak, bantuan tak juga datang.

“Saya pikir, memang sudah seharusnya Pemkab Sarolangun lewat instansi terkait memperhatikan sekolah kita. Terutama fisik sekolah agar kegiatan pembelajaran bisa lancar, kondusif dan menyenangkan,” ungkap Negrosmadi.

Tags
M Syaihu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved