Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

'Bagaimana Mau Maju, Jika Tempat Mengabdi Pilih-pilih'

Potret pendidikan di Kabupaten Sarolangun yang semrawut, turut mengundang komentar Bambang Gunawan, Anggota Komisi I

Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN TIMUR
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Potret pendidikan di Kabupaten Sarolangun yang semrawut, turut mengundang komentar Bambang Gunawan, Anggota Komisi I Bidang Pengawasan Pendidikan, Bambang. Dia mengaku sangat prihatin.

"Dinas terkait wajib tanggap dengan kondisi pendidikan di Sarolangun ini. Cobalah perhatikan tenaga pendidik kita, jangan hanya numpuk di perkotaan saja, cek pendidikan di kecamatan pelosok, seperti Air Hitam, Pauh, Limun, juga Batang Asai. kesemua itu butuh-butuh pemerataan guru," katanya, Jumat (4/8).

Menurutnya masalah pemerataan guru ini sudah sangat berlarut dan tak kunjung selesai dari tahun ketahun, "Kapan pendidikan di Sarolangun akan maju, jika tempat mengabdinya pilih-pilih. Masalah sarana pendidikan juga banyak belum memadai," kata Bambang.

Dia mengimbau kepada Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian untuk dapat segera mungkin menanggapi masalah pemerataan guru di Sarolangun.

Sebelumnya dikabarkan bahwa SMK Negeri di Muara Talang hanya memiliki satu guru pengajar yang merangkap kepala sekolah.

Kondisi yang memprihatinkan ini juga terjadi di sekolah lainnya. Kata Junaidi, kondisi SMK Negeri di Desa Kasiro juga kekurangan tenaga pengajar. Siswa SMK N ini  hanya diajar dua guru, satu diantaranya merangkap kepala sekolah. Dan di SMP Negeri 21 Batang Asai, hanya ada lima pegawai negeri sipil yang menjadi guru di sana.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved