Populasi Harimau Bungo dan Tebo Aman tapi Rawan Perburuan, Kini 166 Ekor

Tanggal 30 Juli lalu Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan pemusnahan barang bukti kejahatan satwa di Jambi.

Populasi Harimau Bungo dan Tebo Aman tapi Rawan Perburuan, Kini 166 Ekor
TRIBUNJAMBI/ZULKIFLI
Di halaman kantor BKSDA Jambi,10.00 WIB Minggu (30/7). Puluhan barang bukti seperti kulit harimau, kepala rusa, gading gajah dan sebagainya dimusnahkan dengan cara dibakar. 

Laporan wartawan Tibun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tanggal 30 Juli lalu Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan pemusnahan barang bukti kejahatan satwa di Jambi. Ada dua barang bukti yang berasal dari Jambi yaitu kerangka kepala gajah Dadang dan satu offset harimau milik anggota dewan asal Bungo.

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) wilayah II Kabupaten Bungo sebelumnya mengatakan pada Tribun populasi harimau sumatera (Pantera Tigris Sumatrae) tinggal sedikit. Miskun selaku kasi TNKS Wilayah II mengatakan tinggal 166 ekor.

Forum Harimau Kita (FHK) mencatat wilayah Bungo dan Tebo merupakan kawasan yang populasi harimaunya aman. Namun, kawasan ini juga rawan akan perburua harimau.

Yoan Dinata selaku pemerhati harimau mengatakan wilayah sekitar TNKS dan Bukit Tiga puluh wilayah yang rawan. “Bungo dan Tebo juga tidak aman. Nggak bisa disamaratakan di beberapa titik,” kata Nata yang sebelumnya sempat menjadi ketua Forum Harimau Kita.

“Di beberapa titik di Bungo misalnya di wilayah pelepat, perbatasan sumbar dan jambi itu rawan,” katanya.

Dia mengatakan rata-rata daerah perbatasan. “Dan wilayah hutan yang berbatasan dengan areal lain, areal kawasan konservasi, nah itu kan harimau juga bermain di luar kawaasan konservasi, disitu yang paling rawan diburu,” katanya.

FHK mencatat d Taman Nasional Kerici Seblat sendiri dalam tiga tahun terakhir ditemukan 391 jerat harimau. Jerat itu kini dimusnahkan.

Selain jumlah jerat FHK juga mencatat ada 13 konflik yang terjadi dan ditangani 3 tahun terakhir di TNKS sendiri.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved