EDITORIAL

Hadirkan Sirkuit Bertaraf Nasional

Pemkab bahkan membebaskan lahan sekitar 22 hektare di Kelurahan Parit Culum I, Kecamatan Sabak Barat.

Editor: Duanto AS

RENCANA Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur memiliki sirkuit road race skala nasional sepertinya bukan isapan jempol. Bupati Tanjab Timur, Romi Haryanto bergerak cepat ingin mewujudkan "mimpinya" menghadirkan sirkuit balap berkelas.

Pemkab bahkan membebaskan lahan sekitar 22 hektare di Kelurahan Parit Culum I, Kecamatan Sabak Barat. Lokasinya persis di belakang Ponpes Gontor 12. Panjang trek ini nantinya sekitar 1,539 kilometer.

Lalu muncul pertanyaan apa iya Tanjab Timur mau bangun sirkuit road race bertaraf nasional? Pertanyaan bernada pesimistis tersebut muncul dari banyak pihak seolah-olah meragukan niat baik Pemkab Tanjab Timur.

Tanjab Timur punya sirkuit road race, kenapa tidak. Asalkan tersedia anggaran, dan punya niat tulus untuk membangun, demi kepentingan orang banyak, bukan kepentingan kelompok ataupun kepentingan politis. Mudah-mudahan ide cerdas tadi bisa terealisasi, apalagi kehadiran sirkuit yang memadai sangat diperlukan.

Keseriusan Bupati Romi Haryanto yang baru dua tahun menjadi Bupati Tanjab Timur ini dibuktikannya dengan menemui tokoh balap nasional, Tinton Suprapto di Sirkuit Sentul beberapa waktu lalu.

Tinton pun merespon dan bersedia menyiapkan konsultan, dan segala sesuatu menyangkut pembangunan megaproyek yang digadang-gadangkan termegah di Provinsi Jambi. Rencana ini bukan pepesan kosong, tapi Romo Haryanto dan "pembantunya" sudah menyiapkan pra perencanaan misalnya, maket/gambar sirkuit yang bakal dibangun.

Mungkin saja mimpi itu sudah ada dalam diri Romi Haryanto, jauh sebelum dia menjadi Bupati Tanjab Timur. Nah, begitu rakyat mempercayai dirinya menjadi kepala daerah, maka mimpi yang terpendam tadi mau segera dia wujudkan.

Arena balap yang refresentatif dan mumpuni sudah saatnya hadir di tengah-tengah masyarakat Jambi yang notabene memang "gila" balap. Tengoklah selama ini anak-anak yang hobi kebut-kebutan tersebut memanfaatkan kawasan Jalan A Yani Telanaipura, kompleks perkantoran untuk balap-balapan, baik sepeda motor maupun mobil.

Raungan knalpot motor memekakan kuping dibarengi aksi kebut-kebutan di jalan umum, yang tentu saja mengganggu kenyamanan dan keamanan pemakai jalan umum yang sering lalu lalang di sana. Trek non resmi lainnya adalah, Eks Arena MTQ yang kini sudah dibangun terminal bandara, dan trek non permanen kantor Wali Kota Jambi.

Tapi, yang sering dipakai sebagai arena balap kejuaraan nasional adalah trek non permanen kantor wali kota. Kalau pas ada kejurnas maka selama dua hari, Sabtu dan Minggu, kawasan ini ditutup total. Kondisi inilah yang dikeluhkan oleh masyarakat yang mau lewat, terganggu karena jalan ditutup.

Beranjak dari sinilah agaknya gebrakan Romi Haryanto tadi seperti gayung bersambut. Rasa-rasanya di Jambi sudah waktunya hadir sirkuit permanen, yang bisa mengakomodir para "raja jalanan" untuk mempertontonkan kemahirannya menunggangi si "kuda besi" dalam event-event tertentu, semisalnya kejurnas se-Sumatera maupun tingkat nasional. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved