Vonis Bersalah atas Kasus Suap, Saipul Jamil Tersenyum Sambil Memegang Dada

Pedangdut Saipul Jamil (37) dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), atas kasus suap yang menjeratnya

Vonis Bersalah atas Kasus Suap, Saipul Jamil Tersenyum Sambil Memegang Dada
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pedangdut Saipul Jamil menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/3/2017). Saipul Jamil diperiksa sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap keringanan hukuman di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pedangdut Saipul Jamil (37) dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), atas kasus suap yang menjeratnya.

Pria yang akrab disapa Ipul itu, divonis 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 100 juta atas perbuatannya yang menurut majelis hakim bersalah, telah ikut serta melakukan suap terhadap Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rohadi.

Usai dibacakan vonis dari majelis hakim, mantan suami Dewi Perssik itu tampak tersenyum.

Terlihat ia pun memegang dadanya sebagai tanda Ipul ikhlas menerima vonis dari majelis hakim, yang dianggapnya cukup berat.

Hal tersebut dikarenakan Ipul dalam pledoinya (pembelaan) minggu lalu, ia mengaku tidak pernah terlibat dalam kasus suap yang menjeratnya.

Saipul Jamil divonis 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 100 juta atas perbuatannya yang menurut majelis hakim bersalah, telah ikut serta melakukan suap terhadap Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rohadi.

"Majelis hakim berpendap bahwa terdakwa Saipul Jamil secara sah menurut hukum dan majelis hakim berkeyakinan akan kesalahan terdakwa. Oleh kaerana itu, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana," kata Hakim Ketua, Baslin Sinaga, saat sidang di Pengadilan Negeri Tipikor, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017).

"Atas perbuatannya, saudara Saipul Jamil ditetapkan dengan hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta," sambung Baslin.

Ipul dinilai melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Jika denda yang ditetapkan majelis hakim sebesar Rp 100 juta tidak dibayar oleh Saipul Jamil, akan mendapat hukuman penjara tambahan. Seperti yang telah ditetapkan oleh majelis hakim.

"Jika denda yang ditetapkan tidak dibayarkan, hukuman penjara ditambah 3 bulan," tegas Baslin Sinaga.

Editor: nani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved