Ilegal Loging Resahkan Warga, 40 Ribu TNKS Telah Dirambah

Masyarakat Kecamatan Perentak, Kabupaten Merangin diresahkan oleh maraknya aktivitas perambahan hutan atau illegal loging.

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Masyarakat Kecamatan Perentak, Kabupaten Merangin diresahkan oleh maraknya aktivitas perambahan hutan atau illegal loging. Hal itu diketahui dari postingan kegiatan illegal loging yang terdapat desa Bukit Perentak oleh warga di medsos.

Penelusuran Tribun, aktivitas illegal loging di Bukit Perentak di posting oleh salah satu akun Facebook ke salah satu group facebook. Dia mengatakan, sudah empat bulan aktivitas illegal loging berlangsung d Bukit Perentak.

Postingan tersebut kemudian dibagikan oleh beberapa akun lainnya pada 30 Juli lalu. Mereka mengatakan, aktivitas illegal loging tersebut sangat meresahkan warga.

“Kami berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait terhadap kegiatan tersebut,” tugas akun tersebut.

Selain di Bukit Perentak, illegal loging juga dikabarkan terjadi di hutan Nalo, Kecamatan Nalo Tantan. Dimana warga sering melihat truk membawa kayu keluar saat malam hari.

“Ya di depan rumah saya sering mobil bawa kayu pada malam hari,” sebut warga Batang Masumai.

Terkait informasi ini, Tribun mencoba mengkonfirmasi pihak TNKS wilayah Merangin. Kepala Bidang TNKS wilayah Merangin, Jaya Sumbena tak menapik adanya kegiatan tersebut.

“Ya di Bukit Perentak kita telah patroli kesana. Ya, ada perambahan yang terjadi,” aku Jaya Sumbena ditemui di kantornya, Senin (31/7).

Dia mengatakan, kerusakan atau perambahan hutan TNKS diwilayah tersebut telah merusak sekitar 1 hektare. Namun sejauh ini pihaknya belum mengambil tindakan terhadap hal itu.

“Kita hanya melakukan pengawasan dan perlindungan kawasan. Kalau untuk tindakan itu kita serahkan ke Gakum,” sebutnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa pembalakan hutan TNKS masih marak terjadi. Secara keseluruhan sebutnya, hutan TNKS yang telah dirambah sebesar 40 ribu hektare.

“Itu secara keseluruhan TNKS yang ada diwilayah Kerinci dan Merangin. Kalau untuk wilayah Merangin yang dirembah separuhnya, sekitar 15 ribu hektare,” ucapnya.

Sementara itu Kapolres Merangin, AKBP Aman Guntoro dikonfirmasi terkait adanya kegiatan illegal loging mengaku, belum mengetahuinya. Dia mengatakan, jika ada laporan tentu pihak akan mengambil tidakan.

“Sejauh ini kita belum mendapat informasi dari pihak TNKS terkait hal itu,” ungkapnya.

Dia mengatakan, jika ada informasi terkait kegiatan illegal loging di wilayah TNKS. Seharusnya pihak TNKS berkoordinasi dengan pihaknya.

“Kalau ada seperti itu silakan koordinasi dengan polres. Dan terkait ini kita akan koordinasi dengan TNKS,” singkatnya.(pit)

Penulis: heru
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved