Risky: Sekolah aja Nyogok Gimana Kuliah, Belum Lagi Kerja Nanti

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI--Netizen menyampaikan komentar beragam terkait pungutan terhadap orangtua siswa

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI--Netizen menyampaikan komentar beragam terkait pungutan terhadap orangtua siswa baru di SMAN 11 Kota Jambi. Ada yang mengecam, dan ada juga yang memakluminya.

Tanggapan netizen yang dihimpun dari fanpage Tribun Jambi, ada yang menyebut pungutan untuk beli kursi meja termasuk pungutan liar. Sepriyanti Yasin menulis: Sama aja pungli itu.

Akun Risky Setiawan menulis, “Sekolah aja nyogok gimana kuliah, belum lagi kerja nanti, hancur hancur.” Ada juga akun Ferdy Ferdyansyah, yang menganggapi bahwa ini tindakan berbahaya. "Tulah makonyo tinggi angko anak yang dak sekolah," tulisnya.

Berbeda dengan mereka, akun Parlaungan Nasution menuliskan. "Kita harus obyektif melihat masalah ini. Daya tampung sekolah hanya untuk beberapa lokal. Dipaksa menerima di atas daya tampung. Kalau di paksa belajar di atas lantai lantai lah salah pula. Yang penting bgmana anak kita sekolah dulu. Yang lain itu di pecahkan bersama," tulisnya.

Terkait pungutan ini,DPRD Provinsi Jambi, meminta proses pungutan di sekolah dihentikan, termasuk di SMAN 11 yang kedapatan meminta sejumlah uang kepada siswa baru. Dalam hal ini Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Syahbandar menegas tindakan itu tidak boleh.

"Apalagi jika orang tua siswa tidak setuju, maka pungutan tersebut tidak boleh dilakukan, kecuali inisiatif orang tua yang ingin membantu," ujar Syahbandar.

DPRD Provinsi Jambi meminta kepada Disdik Provinsi agar dapat melihat langsung keadaan di sekolah tersebut. Jika memang ada ruang kelas baru, seharusnya pihak sekolah juga sudah menyiapkan mobiler. "Jika memang orang tua merasa terbebani maka uang yang telah dipungut harus dikembalikan," katanya. (cya)

Penulis: Rohmayana
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved