Kabareskrim Sebut Kasus Beras PT IBU Polisi Dalam Penyidikan dan akan Tetapkan Tersangka

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menegaskan, dari penyelidikan ditemukan bukti permulaan cukup adanya perbuatan melawan hukum

Kabareskrim Sebut Kasus Beras PT IBU Polisi Dalam Penyidikan dan akan Tetapkan Tersangka
WARTA KOTA/DWI RIZKI
Satgas Pangan menggerebek gudang beras PT Indo Beras Unggul di Jalan Rengasbandung KM 60, Kelurahan Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (20/7/2017) sekitar pukul 21.00 WIB. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menegaskan, dari penyelidikan ditemukan bukti permulaan cukup adanya perbuatan melawan hukum dari PT Indo Beras Unggul (PT IBU).

Kini status kasus tersebut dalam tahap penyidikan dan tinggal menentukan tersangkanya.

"Kami temukan dua bukti permulaan yang cukup bahwa dari temuan lapangan patut diduga ada peristiwa pidana, maka penyelidikan kami tingkatkan ke penyidikan," kata Ari Dono di kantor Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/7/2017).

Ari menjelaskan, dari penyelidikan pihaknya menemukan dugaan adanya pelanggaran pidana Pasal 382 BIS KUHP tentang delik perbuatan curang.

Kemudian Pasal 141 Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.

Serta Pasal 8 huruf (i) dan (e) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Pelaku terancam hukuman pidana penjara selama lima tahun.

Perbuatan pidana yang diduga dilakukan PT IBU yakni karena membeli gabah kering panen untuk beras medium varietas unggul baru (VUB) IR64 dari petani dengan harga tinggi, Rp 4.900/kg.

Padahal, Permendag Nomor 27/M-DAG/PER/2017 mengatur, harga pembelian tertinggi untuk gabah kering panen dari petani adalah Rp 3.700/kg.

Halaman
12
Editor: nani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved